Banjir Luwu Utara Jadi Perhatian, Dandim Tekankan Layanan untuk Warga Terdampak
MASAMBA, TEKAPE.co – Penanganan banjir di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus diperkuat melalui koordinasi lintas instansi.
Pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan sejumlah lembaga terkait memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Upaya penanganan banjir tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Bupati Luwu Utara, Senin (1/6/2026).
BACA JUGA: Viral Indomaret Tutup 2 Hari, SPN Ungkap Penyebab Sebenarnya
Rapat dihadiri Kepala Deputi Logistik dan Peralatan (LDP) BNPB Pusat Dra. Andi Eviana, Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara, Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro.
Kemudian, jajaran Polres Luwu Utara, Danyon Brimob D Polda Sulsel, BMKG, pimpinan OPD terkait, hingga kepala desa dari wilayah terdampak banjir.
Dalam rapat tersebut, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi fokus utama dalam penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Luwu Utara.
BACA JUGA: Jusuf Kalla Kenang Ryamizard sebagai Jenderal yang Banyak Berjasa
“Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, TNI-Polri serta sejumlah instansi terkait berupaya maksimal dalam penanganan bencana banjir ini, dimana keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kita.”
“Seluruh perangkat daerah dan unsur terkait harus tetap siaga serta memastikan pelayanan dasar, logistik, kesehatan, dan kebutuhan para pengungsi terpenuhi dengan baik,” kata Windra.
Menurutnya, keberhasilan penanganan banjir tidak hanya bergantung pada satu instansi, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
Karena itu, koordinasi dan respons cepat di lapangan harus terus diperkuat agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.
“Saya berharap agar seluruh jajaran untuk bekerja secara terpadu dan responsif dalam penanganan banjir, dimana kami dari TNI-Polri selalu siap untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.
Sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat kita di lokasi bisa langsung di atasi secepatnya,” imbuh Windra.
Selain membahas upaya yang telah dilakukan, rapat koordinasi juga mengevaluasi sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam penanganan banjir di Luwu Utara.
Beberapa di antaranya terkait akses menuju wilayah terdampak, kebutuhan tambahan logistik bagi warga dan pengungsi, hingga langkah percepatan normalisasi pascabanjir.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BNPB dan seluruh pemangku kepentingan, penanganan banjir di Luwu Utara diharapkan berjalan lebih efektif sehingga proses pemulihan masyarakat terdampak dapat berlangsung lebih cepat.
(*/Accy)






Tinggalkan Balasan