oleh

Arsyad Kasmar Turunkan Alat Berat Bantu Pemerintah Buka Akses Jalan Tertutup Lumpur

MASAMBA, TEKAPE.co — Bencana banjir bandang yang melanda kampung halamannya, Luwu Utara membuat Bakal Calon Bupati Luwu Utara (Lutra), H Arsyad Kasmar merasa terpanggil untuk berbuat lebih, guna membantu pemerintah dalam menangani bencana tersebut.

Selain mendirikan posko dan bantuan, H Arsyad juga mengirimkan beberapa unit alat berat jenis excavator untuk membantu pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam membuka akses jalan yang tertutup material lumpur, yang tingginnya ada mencapai lebih dari 1 meter.

“Selain saya perintahkan anggota di lapangan untuk membuat dapur umum dan menyalurkan bantuan untuk warga, kami juga sudah mendatangkan 2 alat berat excavator atau beko. Selasa malam tadi sudah meluncur dari Makassar,” ucap Arsyad.

Selain itu, Ketua DPC Partai Gerindra Luwu Utara ini juga meminta masyarakat agar cepat sembuh dari trauma bencana agar bisa membangun kampung halamannya kembali, meski kondisi daerah pasca bencana ditambah suasana pandemi Covid-19 dirinya yakin psikologis warga terdampak bencana akan bisa pulih.

“Ini masyarakat sedang susah, secara psikologis batin mereka hancur dan trauma atas bencana yang mereka alami, problemnya ada dua, psikis atau jiwa mereka terganggu,” ujarnya.

Yang kedua, dirinya melihat, rumah mereka banyak yang hancur, rusak karena bencana. .

“Yang jelas, bantuan ini tak ada kaitannya dengan Politik,” tandas Arsyad.

Arsyad Kasmar yang di Pilkada Luwu Utara menggandeng Andi Sukma, legislator Hanura dengan akronim ‘AKAS’ juga dikabarkan segera ‘Pulkam’ dan mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat Lutra akhir Juli mendatang.

Untuk diketahui, bencana banjir bandang di Luwu Utara ditandai dengan ‘peringatan’ pertama di hari Minggu malam (12/7). Saat itu debit air Sungai Masamba kembali membuat 19 KK di bantaran sungai tersebut mengungsi di Gedung Pemuda Jalan Syuhada Masamba.

Bencana besarnya baru kemudian terjadi pada keesokan harinya, Senin malam (13/7), ditandai hujan dengan intensitas cukup tinggi sejak sore hari hingga puncaknya “meledak” di malam hari sekira pukul 21.15 Wita, sesuai laporan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) dalam rilis yang diterima Koran Seruya. (rilis)

Komentar

Berita Terkait