Satika Simamora Dapat Amanah Baru di HKTI Sumut, Ini Fokusnya
MEDAN, TEKAPE.co – Perjalanan Satika Simamora yang selama ini banyak bersentuhan dengan masyarakat di Tapanuli Utara memasuki babak baru. Ia kini mendapat amanah di tingkat Provinsi Sumatera Utara setelah dilantik sebagai Wakil Ketua Bidang Produksi Pangan dan Hortikultura DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumut periode 2026–2031.
Pelantikan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026). Pengurus DPD HKTI Sumut periode baru tersebut dilantik Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding.
Dalam struktur kepengurusan itu, Gus Irawan Pasaribu dipercaya sebagai Ketua DPD HKTI Sumut, Muhammad Syah sebagai Sekretaris, dan Kamsir Aritonang sebagai Bendahara. Pada kesempatan yang sama, pengurus DPC HKTI kabupaten/kota se-Sumatera Utara turut dilantik.
BACA JUGA: Guru SD di Palopo Dilaporkan, Diduga Raba Pantat Siswa Kelas V di Dekat Gudang Sekolah
Bagi Satika, posisi tersebut bukan sekadar tambahan jabatan organisasi. Ia melihatnya sebagai ruang yang lebih luas untuk membawa persoalan masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha kecil, ke tingkat yang lebih tinggi.
Selama berada di Tapanuli Utara, Satika dikenal melalui berbagai aktivitas sosial dan pemberdayaan masyarakat. Perhatiannya antara lain bersinggungan dengan perajin ulos, perempuan, pelaku UMKM, anak-anak, penyandang disabilitas, hingga masyarakat yang membutuhkan pendampingan.
Pengalaman itu kini menjadi modal untuk memasuki isu yang lebih luas: bagaimana sektor pertanian tidak berhenti pada kegiatan menanam dan memanen, tetapi mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar kepada petani.
BACA JUGA: Orang Tua Pasien di Puskesmas Paniaran Surati DPRD Taput, Minta RDP
Salah satu perhatian yang ingin didorong Satika adalah hilirisasi komoditas pertanian.
Menurut dia, hasil pertanian seperti kopi, kakao, kelapa, dan berbagai komoditas unggulan daerah memiliki peluang ekonomi yang lebih besar apabila tidak seluruhnya dijual dalam bentuk bahan mentah.
Gagasan itu, kata dia, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas petani dan penguatan kelompok tani.





Tinggalkan Balasan