Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Warga Keluhkan Jalan Pealangge, Usulan Masih Menanti Realisasi

Kondisi Jalan Dusun Pealangge, Desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong, tampak dipenuhi lubang dan genangan air saat hujan baru baru ini, (Dok: Abednego Manalu)

TAPUT, TEKAPE.co – Kondisi jalan kabupaten di Dusun Pealangge, Desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), dikeluhkan warga, Selasa (15/9/2026).

Jalan yang berlubang dan berlumpur itu dinilai mengganggu mobilitas warga sekaligus menyulitkan anak-anak saat berangkat dan pulang sekolah.

Pantauan TEKAPE.co, sejumlah bagian jalan tampak mengalami kerusakan. Kondisinya semakin menyulitkan pengguna jalan ketika hujan turun karena lubang-lubang di badan jalan tertutup genangan air.

BACA JUGA: Malam-malam Bawa 250 Tabung LPG 3 Kg, Perempuan Asal Luwu Timur Diamankan Polisi di Luwu

Seorang warga, Nababan, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

“Kalau hujan turun, jalan digenangi air seperti kolam. Lubang-lubangnya tidak kelihatan lagi. Pengendara motor dan mobil kewalahan melewatinya. Kalau berpapasan, harus ada yang mengalah,” kata dia.

Menurut dia, kondisi tersebut juga menjadi persoalan bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalan tersebut. Ketika hujan, mereka disebut harus melewati jalan berlumpur sehingga sepatu dan pakaian mudah kotor.

BACA JUGA: Nahas! Dua Kakak Beradik Tewas dalam Kecelakaan di Bypass Balige

“Kasihan anak-anak sekolah. Sepatunya cepat rusak, dan bebannya kembali lagi ke orang tua, selain rusak, sepatu yang digunakannya pun terkadang dalam kondisi basah digunakan ke sekolah karena melintasi jalan itu,” ujarnya.

Sekretaris Desa Paniaran, P. Nainggolan, saat dikonfirmasi secara terpisah mengatakan persoalan infrastruktur jalan di wilayah tersebut telah dibahas melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa.

Ia menjelaskan, sebelumnya Pemdes Paniaran telah mengusulkan perbaikan jalan di Dusun tersebut sebagai salah satu prioritas.

Usulan tersebut kemudian disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Taput agar dapat ditampung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun sumber anggaran lainnya sesuai kewenangan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini