Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Orang Tua Pasien di Puskesmas Paniaran Surati DPRD Taput, Minta RDP

Orang tua pasien, Eduard J.P Hutapea, menyerahkan surat pengaduan dan permohonan RDP kepada staf Bagian Umum DPRD Taput, Tolopan Pakpahan, Jumat (11/9/2026), (Dok: Abednego Manalu)

TAPUT, TEKAPE.co – Persoalan dugaan penolakan rujukan terhadap seorang anak berinisial HH di Puskesmas Paniaran, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), berlanjut ke DPRD Taput.

Orang tua HH, Eduard J.P Hutapea, resmi menyampaikan surat pengaduan sekaligus permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada DPRD Taput, Jumat (11/9/2026).

Eduard datang ke gedung DPRD Taput untuk meminta agar persoalan yang dialami keluarganya mendapat perhatian dan dapat dibahas secara terbuka melalui forum RDP.

BACA JUGA: Rehabilitasi Jalan di Pagaran Diragukan Kualitasnya, Ketua PKN-RI Tapanuli Raya: “Bila Perlu Bongkar”

Bagi Eduard, persoalan tersebut bukan sekadar urusan administratif antara keluarga pasien dan fasilitas kesehatan. Ia mengaku masih menyimpan kekhawatiran dan kekecewaan karena pada saat anaknya membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, ia merasa tidak mendapatkan kepastian mengenai langkah medis yang harus ditempuh.

Surat pengaduan tersebut disampaikan melalui bagian umum Sekretariat DPRD Taput dan diterima oleh staf bagian umum, Tolopan Pakpahan.

Sebelumnya, TEKAPE.co memberitakan HH mengalami benturan pada bagian belakang kepala. Setelah kejadian tersebut, Eduard membawa anaknya ke Puskesmas Paniaran untuk mendapatkan pemeriksaan.

BACA JUGA: Pascadampak Erupsi, Penerbangan Jakarta di Bandara Silangit Kembali Normal

Menurut Eduard, dirinya kemudian meminta agar anaknya mendapat pemeriksaan lanjutan dan rujukan sehingga dapat menjalani pemeriksaan lebih komprehensif, termasuk kemungkinan pemeriksaan CT scan.

Namun, menurut pengakuannya, permintaan tersebut tidak mendapatkan rujukan dari Puskesmas Paniaran. Eduard menyebut Kepala Puskesmas Paniaran, dr. Tiurma Sinaga, menyampaikan bahwa pemeriksaan lanjutan tidak diperlukan.

Eduard juga mengaku diarahkan untuk menemui salah seorang dokter yang bertugas di bagian pengaduan RSUD Tarutung. Menurut dia, arahan tersebut tidak memberikan jawaban yang diharapkannya mengenai kondisi anak dan alasan medis tidak diberikannya rujukan.

Saat ditemui wartawan di DPRD Taput, Eduard menyampaikan hal lain yang menurutnya perlu mendapat perhatian.

Ia mengaku pihak Puskesmas Paniaran tidak memberikan penjelasan secara memadai mengenai kemungkinan dampak dari benturan pada kepala yang dialami anaknya maupun edukasi mengenai kondisi yang harus dipantau setelah pemeriksaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini