Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Kapolres Luwu Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Bandar Narkoba

Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, Saat Menyampaikan Sambutannya saat Coffee Morning bersama insan pers dan mitra media di Aula Tabakke Tongangee, Mapolres Luwu, Desa Senga Selatan, Belopa, Rabu, 19 Agustus 2026. (foto: Humas Polres Luwu)

LUWU, TEKAPE.co – Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi pelaku, terutama bandar narkoba, di wilayah hukum Polres Luwu. Penegasan itu disampaikan saat Coffee Morning bersama insan pers dan mitra media di Aula Tabakke Tongangee, Mapolres Luwu, Desa Senga Selatan, Belopa, Rabu, 19 Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Andrias didampingi Kasat Intel Polres Luwu AKP Sumarre dan Kasi Humas Polres Luwu Iptu Yakobus Rimpung. Coffee Morning menjadi ajang perkenalan sekaligus membangun komunikasi antara kepolisian dan wartawan di Kabupaten Luwu.

Andrias mengatakan dirinya baru sekitar dua minggu efektif bertugas di Luwu sehingga belum sempat bertatap muka dengan para wartawan.

“Selama saya di sini kurang lebih dua minggu secara efektif, saya belum berkesempatan bertatap muka dengan rekan-rekan wartawan sekalian. Mohon maaf, karena situasi dan kondisi, baru siang hari ini kita bisa dipertemukan dalam suatu forum pertemuan seperti ini,” ungkapnya.

Ia berharap hubungan kepolisian dengan insan pers dapat berjalan baik melalui komunikasi dan pertukaran informasi.

“Harapan saya secara pribadi maupun institusi, kita bisa saling mendukung, bekerja sama dengan baik. Itu harapan kita dan saya yakin seyogianya bisa seperti itu, dan saya yakin juga rekan-rekan juga harapannya bisa seperti itu. Ada informasi apa kita bisa sharing-sharing dan seterusnya,” katanya.

Kapolres Luwu: Tak Ada Ampun untuk Bandar Narkoba

Dalam sesi diskusi, wartawan menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian publik di Luwu. Di antaranya tambang ilegal, penyalahgunaan narkoba, dugaan penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar, sabung ayam, serta kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Menanggapi persoalan narkoba, Andrias menegaskan pemberantasan narkoba menjadi salah satu perhatian kepolisian, khususnya terhadap bandar.

“Saya sudah sampaikan kepada Pak Kasat, tidak ada ruang untuk Narkoba terutama bandar. Kalau bandar itu kan sudah tidak ada ampun,” ujarnya.

Andrias mengatakan pengalamannya sebagai mantan Kasubdit Narkoba di Kalimantan Timur membuatnya memahami pola peredaran narkoba, termasuk jalur distribusinya.

“Saya juga dulu mantan Kasubdit Narkoba di Kalimantan Timur jadi saya paham bandar ini asalnya dari mana,” katanya.

Ia menyebut operasi terhadap pelaku narkoba terus dilakukan selama dirinya bertugas di Luwu.

“Selama saya di sini, artinya dua minggu ini sudah berapa kali ya Pak Kasat melakukan operasi penangkapan? Dan itu tidak ada ampun, kita hajar terus,” ungkapnya.

BBM Subsidi hingga Sabung Ayam

Terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar, Andrias mengatakan Polres Luwu akan berkoordinasi dengan pihak depo untuk mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan, termasuk kemungkinan kendala suplai.

“Nanti kita koordinasi lagi dengan pihak Depo, kita cek. Memang untuk ini kendalanya ada di mana, apakah memang ada di lapangan atau ada terkait dengan suplai dan lain sebagainya,” katanya.

Sementara untuk persoalan sabung ayam, Andrias mengatakan laporan yang diterimanya dari Kapolsek Bua langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi.

Ia mengatakan barang-barang yang berada di lokasi dimusnahkan agar tidak kembali digunakan.

Menurut Andrias, sabung ayam merupakan bagian dari penyakit masyarakat yang perlu diantisipasi karena dapat berkembang dari sekadar hobi menjadi persoalan sosial.

Bangun Komunikasi dengan Tokoh Masyarakat

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas, Andrias mengatakan langkah awal yang dilakukannya setelah bertugas di Luwu adalah membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh.

“Upaya saya itu pertama kali saya datang, yaitu koordinasi, silaturahmi, membangun komunikasi dengan para tokoh. Harapan saya, jika ada hal-hal yang percikan-percikan itu bisa cepat bisa dipadamkan,” ujarnya.

Ia juga meminta para Kapolsek segera menyelesaikan persoalan di tingkat bawah, termasuk kenakalan remaja dan perkelahian, agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Saya juga perintahkan pada rekan-rekan Kapolsek kalau ada masalah di level bawah, artinya kenakalan remaja ataupun berkelahi itu harus segera clear. Jangan menunggu itu menjadi merembet ke mana-mana,” katanya.

Andrias menilai persoalan pribadi yang tidak segera diselesaikan dapat berkembang menjadi konflik antarkelompok atau bahkan melibatkan desa.

“Biasanya kan masalah besar itu karena masalah pribadi kadang-kadang diseret-seret ke arah kelompok, desa, dan lain sebagainya. Itu yang harus kita antisipasi,” ujarnya.

Kekerasan Seksual Jadi Perhatian

Selain narkoba dan gangguan Kamtibmas, Andrias menegaskan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu perhatian selama bertugas di Luwu.

“Itu juga konsen saya, salah satu konsen saya juga terkait dengan KS (Kekerasan Seksual). Karena saya sampai sini saya melihat tindak pidana yang menjadi atensi dari nasional, salah satu yang di TV itu adalah KS. Itu salah satu konsen saya,” jelasnya.

Melalui Coffee Morning tersebut, Kapolres Luwu berharap komunikasi antara kepolisian dan insan pers dapat terus terjalin. Menurut dia, pertukaran informasi antara aparat penegak hukum dan media diperlukan untuk mendukung pemeliharaan Kamtibmas sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini