Ketua Golkar Soppeng Alihkan Dukungan ke IAS Usai DPP Terbitkan Surat Diskresi
SOPPENG, TEKAPE.co – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kembali mengalami perkembangan.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Soppeng menyatakan mengalihkan dukungan kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menerbitkan surat diskresi yang membuka jalan bagi IAS maju dalam kontestasi pemilihan Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Sikap tersebut disampaikan Ketua DPD II Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak. Pernyataan itu sekaligus menanggapi anggapan bahwa mayoritas DPD II Golkar di Sulawesi Selatan masih memberikan dukungan kepada Munafri Arifuddin atau Appi dan menilai terbitnya surat diskresi sebagai bagian dari dinamika internal partai.
BACA JUGA: Bahlil Serahkan Diskresi ke IAS, Peluang Maju di Musda Golkar Sulsel Menguat
Menurut Andi Kaswadi, yang akrab disapa Andi Dulli, surat diskresi dari DPP memiliki arti lebih dari sekadar keputusan administratif. Ia menilai dokumen tersebut merupakan keputusan politik yang menjadi pedoman bagi seluruh kader di daerah.
“Kami di daerah wajib hukumnya membaca isyarat yang diperlihatkan oleh Ketua Umum. Rekomendasi diskresi yang diberikan kepada Pak Ilham Arief Sirajuddin (IAS) untuk maju di Musda adalah keputusan strategis yang harus dihormati. Makanya, Soppeng tegak lurus pada amanah diskresi itu dan mengalihkan dukungan kepada IAS,” ujarnya.
Mantan Bupati Soppeng dua periode itu juga menyoroti proses penyerahan surat diskresi kepada IAS. Menurut dia, pelaksanaan Musda Golkar Sulawesi Selatan memperoleh perhatian khusus dari DPP dibandingkan daerah lain.
BACA JUGA: Ketum PPP Mardiono Minta Kader Tak Terpengaruh Isu Negatif soal Program Prabowo
Ia menyebut surat diskresi tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di hadapan jajaran elite teras partai, mulai dari Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, para Wakil Ketua Umum hingga sejumlah tokoh Golkar asal Sulawesi Selatan.
Bagi Andi Dulli, proses tersebut mengandung pesan politik yang penting bagi kader di daerah.





Tinggalkan Balasan