Tekape.co

Jendela Informasi Kita

OPINI: Membaca Hasil TKA, Fasilitator Menjembatani Perubahan

Abdul Zahir, S.Pd., M.Pd. (ist)

Oleh: Abdul Zahir, S.Pd., M.Pd.
(Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo)

Hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) secara nasional (https://tka.kemendikdasmen.go.id/hasiltka/) termasuk di Kota Palopo sudah bisa diakses. Hasil TKA di Kota Palopo memberikan potret jujur mengenai kualitas pendidikan kita saat ini, di mana data tersebut menunjukkan tantangan sekaligus capaian yang perlu dicermati secara mendalam. Untuk jenjang SD pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dari 88 sekolah dan 3.041 siswa, kita mencatatkan rerata nilai 60,40, yang artinya telah melampaui rerata nasional sebesar 60,15 dan rerata Provinsi Sulawesi Selatan di angka 56,55. Namun, jika dibedah lebih lanjut, kategori istimewa hanya mencakup 0,56%, baik 22,00%, memadai 51,23%, dan masih terdapat 26,21% siswa dalam kategori kurang. Sementara itu, untuk mata pelajaran Matematika jenjang SD dari 88 sekolah dan 3.044 siswa, kita memperoleh rerata nilai 40,83, yang berada di bawah rerata nasional 43,45 meskipun sedikit di atas rerata Provinsi Sulawesi Selatan yaitu 40,23. Dalam kategorisasi Matematika SD ini, tidak ditemukan siswa pada kategori istimewa, dengan perolehan kategori baik 11,2%, memadai 66,76%, dan kurang 22,04%.

Situasi serupa juga tergambar pada jenjang SMP, di mana mata pelajaran Bahasa Indonesia dari 35 sekolah dengan 3.130 siswa menghasilkan rerata nilai 59,99, berada di bawah rerata nasional 60,83 namun masih di atas rerata Provinsi Sulawesi Selatan 56,74. Distribusi siswa pada jenjang ini mencatatkan kategori istimewa sebesar 0,32%, baik 20,42%, memadai 53,16%, dan kategori kurang sebesar 26,10%. Lebih mengkhawatirkan lagi, mata pelajaran Matematika SMP dari 34 sekolah dengan 3.124 siswa hanya mencapai rerata nilai 39,03, yang menempatkan kita di bawah rerata nasional 40,42 meski melampaui rerata Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 38,94. Untuk kategori Matematika SMP, angka istimewa tetap berada di 0,00%, diikuti kategori baik 7,39%, memadai 67,55%, dan kategori kurang sebesar 25,06%.

Data di atas menunjukkan bahwa meskipun pendidikan di Palopo secara umum mampu bertahan di atas standar rata-rata provinsi, namun ketertinggalan dari standar nasional pada mata pelajaran Matematika dan dominasi kategori “kurang” pada kedua mata pelajaran menjadi persoalan krusial. Dinas Pendidikan Kota Palopo sebenarnya telah melakukan berbagai kebijakan strategis, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa disparitas kompetensi pengajar dan pendekatan pembelajaran konvensional yang masih dominan menjadi hambatan utama. Kita belum sepenuhnya mampu mentransformasi ruang kelas menjadi tempat yang benar-benar memicu kemampuan berpikir tingkat tinggi, sehingga capaian siswa cenderung stagnan dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Untuk menjawab tantangan ini, upaya pemerintah pusat melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi Selatan dalam menyelenggarakan pelatihan calon fasilitator atau pengajar Pelatihan Pembelajaran Mendalam-Koding dan Kecerdasan Artifisial (PPM-KKA) hadir sebagai momentum transformasi yang sangat relevan. Pendekatan berbasis kelompok kerja per mata pelajaran ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa, melainkan sebuah ikhtiar untuk menanamkan filosofi Deep Learning yang menekankan pada pengalaman belajar yang mindful, meaningful, dan joyful.

Program ini memberikan ruang bagi guru untuk tidak lagi sekadar menjadi penyampai materi, melainkan menjadi fasilitator yang menghidupkan suasana kelas agar siswa lebih antusias dalam memahami konsep yang sulit. Saya adalah salah satu calon fasilitator yang dipercaya oleh BBGTK untuk mengikuti ToT mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Semoga saya beserta 9 fasilitator lainnya dari Palopo mampu menjembatani harapan besar pemerintah dengan implementasi di ruang kelas oleh guru-guru nantinya.

Sebagai praktisi yang memiliki rekam jejak dalam pengembangan modul berbasis teknologi, saya memandang bahwa integrasi koding dan kecerdasan artifisial merupakan instrumen strategis untuk memecah kebuntuan numerasi dan literasi. Kecerdasan artifisial dapat difungsikan sebagai tutor personal yang membantu siswa, terutama mereka yang berada di kategori kurang, untuk memahami konsep matematika yang abstrak melalui simulasi yang lebih interaktif.

Sementara itu, koding melatih alur berpikir sistematis siswa yang secara tidak langsung akan memperkuat kemampuan literasi dan logika bahasa mereka. Jika ini diimplementasikan dengan serius melalui fasilitator yang kompeten, hambatan kompetensi yang kita hadapi saat ini dapat perlahan diatasi dengan bantuan teknologi yang tepat sasaran.

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada bagaimana kelompok kerja seperti KKG dan MGMP di Palopo memfungsikan diri sebagai ruang kolaborasi yang dinamis. Kelompok kerja ini harus menjadi tempat para guru yang telah dilatih sebagai fasilitator PPM-KKA untuk membedah soal-soal TKA secara berkala dan merumuskan strategi pembelajaran yang lebih aplikatif sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Dengan menjadikan hasil TKA sebagai roadmap dalam setiap diskusi kelompok kerja, guru dapat memberikan pendampingan yang lebih presisi, sehingga setiap siswa mendapatkan perlakuan pedagogis yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka, bukan lagi menerapkan satu cara untuk semua siswa.

Sebagai penutup, sinergi antara kebijakan pusat dan aksi nyata di tingkat komunitas praktisi ini diharapkan mampu mengubah pola pikir pedagogis guru di Palopo secara menyeluruh. Kita tidak lagi sekadar mengejar angka di atas kertas, tetapi sedang membangun fondasi berpikir kritis dan adaptif bagi generasi masa depan. Dengan mengombinasikan keunggulan lokal dan adaptasi teknologi yang tepat serta komitmen penuh dalam menjalankan pendekatan pembelajaran mendalam, saya optimistis bahwa pendidikan di Palopo akan mampu mengejar ketertinggalan dan pada akhirnya melampaui standar nasional di masa mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini