Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah, Lima Orang Luka

Bus yang mengangkut jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo mengalami kecelakaan di kawasan Jabal Magnet saat perjalanan ziarah. (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co – Rombongan jemaah haji Kloter SUB 2 Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo mengalami kecelakaan bus saat menjalani kegiatan ziarah di kawasan Jabal Magnet, Selasa, (28/8/2026) waktu setempat.

Dalam insiden tersebut, lima jemaah dilaporkan mengalami luka ringan, sementara sopir bus mengalami luka serius.

Pelaksana Harian Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo, Ervin Syarif Arifin, membenarkan peristiwa tersebut.

Ervin mengatakan, kecelakaan terjadi saat rombongan berada di kawasan yang dikenal memiliki fenomena unik, di mana kendaraan tampak dapat bergerak menanjak meski dalam posisi netral.

“Benar rombongan jemaah haji Kloter SUB 2 Embarkasi Surabaya, asal Kabupaten Probolinggo, mengalami kecelakaan di Jabal Magnet di Madinah, ada korban luka ringan lima jemaah haji, dan sudah di rawat oleh tim medis pendamping di hotel dan ada yang di rawat di rumah sakit setempat, semua dalam kondisi baik, mohon keluarga jemaah haji tenang dan tidak panik,” kata Ervin melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/4/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lima jemaah yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan medis.

Tiga orang dirawat di hotel oleh tim medis pendamping, sementara dua lainnya menjalani perawatan di rumah sakit setempat di Madinah.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana panik di dalam bus sesaat setelah kecelakaan terjadi.

Sopir kendaraan dilaporkan mengalami luka cukup serius dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Ervin menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas pendamping haji di Madinah untuk memantau kondisi para jemaah. Ia memastikan seluruh korban dalam kondisi terkendali.

Pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo juga mengimbau keluarga jemaah agar tetap tenang menyikapi peristiwa tersebut, mengingat kondisi para korban relatif stabil dan dalam penanganan medis.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini