Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Pembangunan Jalan Rp46 M di Seko Berjalan, Ditarget Rampung 2026

Pekerjaan pembangunan ruas jalan Tallang–SAE di Desa Embonatana, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, terus dikerjakan dengan progres sekitar 25 persen. Sejumlah alat berat terlihat melakukan pekerjaan galian dan perataan badan jalan di wilayah pegunungan dengan kontur tanah yang labil, sebagai bagian dari proyek peningkatan akses transportasi dan konektivitas masyarakat setempat. (ist)

SEKO, TEKAPE.co – Pembangunan ruas jalan Tallang–SAE (MYC) di Desa Embonatana, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, terus menunjukkan progres.

Hingga saat ini, pekerjaan infrastruktur yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026 tersebut telah mencapai sekitar 25 persen.

Proyek dengan nilai anggaran sebesar Rp46.970.361.335 itu dikerjakan oleh PT Milenium Persada dengan target panjang ruas jalan 4,80 kilometer.

BACA JUGA: Program KUR BRI Belum Merata, Warga Seko dan Rampi Keluhkan Akses

Pelaksana proyek, Budi, menyebutkan bahwa pekerjaan masih berada dalam tahap awal dan ditargetkan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 25 persen. Kami berharap pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu,” ujar Budi, Jumat (25/04/2026).

Ia menjelaskan, masa pelaksanaan proyek ditetapkan selama 300 hari kalender, sementara tahap pemeliharaan akan berlangsung selama 360 hari kalender setelah pekerjaan dinyatakan rampung.

BACA JUGA: Bupati Luwu Tinjau Pengembangan Bibit Kakao di Bupon

Sejumlah pekerjaan teknis saat ini tengah berlangsung, mulai dari cutting, galian batu atau cadas, pasangan batu mortar, hingga pembangunan gorong-gorong beton bertulang dan timbunan pilihan.

Selain itu, pekerjaan juga mencakup lapisan pondasi agregat kelas A, lapis perekat aspal, pengaspalan AC-WC, penggunaan bahan anti pengelupasan, serta pengecoran beton dengan mutu Fc 10, 20, dan 30.

Tahapan lainnya meliputi pemasangan besi tulangan BJTS 420A, marka jalan, rambu lalu lintas, hingga patok pengarah.

Menurut H. Budi, kondisi geografis wilayah pegunungan dengan kontur tanah yang labil menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan proyek tersebut.

“Semoga cuaca mendukung selama proses pekerjaan, mengingat kondisi medan yang cukup berat,” tambahnya.

Di sisi lain, pembangunan jalan ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Salah satu tokoh pemuda Seko, Toni Pradana, menilai proyek tersebut membawa dampak langsung bagi aktivitas warga.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jalan di Seko. Ini sangat membantu kami dalam beraktivitas sehari-hari dan membuka akses yang sebelumnya sulit dijangkau,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan infrastruktur di wilayah Seko dapat terus dilanjutkan sehingga memberikan dampak lebih luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan ruas jalan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Seko sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah pegunungan tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini