Amati Kepemimpinan ‘Palopo Baru’, Abidin Arief: Mulai Terlihat Arah dan Harapan
PALOPO, TEKAPE.co – Dinamika pemerintahan di Kota Palopo di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Naili – Akhmad Syarifuddin, mulai menunjukkan geliat positif.
Meski masih dalam fase awal, sejumlah kalangan menilai arah pembangunan dan tata kelola pemerintahan perlahan menghadirkan harapan baru.
Pengamat sosial-politik lokal, Abidin Arief To Pallawarukka, yang dimintai tanggapannya, Minggu 12 April 2026, menilai bahwa dengan tagline ‘Palopo Baru’, pemerintahan saat ini mulai memberi sinyal perubahan yang patut diapresiasi, baik dari sisi administratif maupun pendekatan politik.
“Sebagai masyarakat, kita tentu belum bisa memberikan penilaian final. Kepemimpinan ini masih berjalan, apalagi kita memahami kondisi fiskal daerah yang sedang dalam kategori defisit,” ujar Abidin, yang juga tokoh adat Tana Luwu, Pemegang Mandat Adat Pancai Pao.
Mantan pengurus Partai Hanura era Wiranto dan Partai NasDem ini mengatakan, komposisi pejabat dalam lingkup Pemerintah Kota Palopo yang dinilai cukup representatif dan diisi oleh aparatur berpengalaman di sejumlah posisi strategis.
Beberapa di antaranya seperti Pj Sekda Zulkifli Halid, Kaban BKPSDM Ilham Hamid, Kadis Kominfo Hamsir, Kadis PU Hariyanto, Kasatpol PP Andi Muzakkir, Sekdis Perhubungan Makmur, Kepala BPKAD Abdul Waris, Asisten Andi Poci, Sekdinsos Kurniawan, hingga Kalaksa BPBD Andi Farid Baso Rahim.
Menurutnya, figur-figur tersebut bukan wajah baru dalam birokrasi, melainkan aparatur yang telah teruji dan dikenal memiliki komitmen terhadap pelayanan publik.
“Kalau melihat pengalaman masa lalu, banyak dari mereka ini adalah abdi negara yang mengedepankan amanah. Ini menjadi modal penting dalam memperkuat kinerja pemerintahan,” jelas Stafsus Senator Waris Halid itu.
Dari sisi politik, Abidin juga menilai sebagian pejabat yang ditempatkan memiliki loyalitas terhadap pimpinan serta kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal ini dinilai dapat mempercepat sinkronisasi antara kebijakan dan implementasi di lapangan.
Di tengah berbagai isu yang berkembang, Abidin mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.
Dia menilai, stabilitas sosial menjadi kunci penting dalam mendukung jalannya pemerintahan.
Terkait sorotan publik terhadap peran pendamping kepala daerah, Abidin menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar.
“Wajar jika seorang suami mendampingi istri dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah, selama tidak melampaui kewenangan administratif. Yang menjadi persoalan adalah jika ada pihak yang tidak memiliki kewenangan namun ikut dalam pengambilan keputusan formal seperti pelantikan atau penandatanganan dokumen,” tegasnya.
Diketahui, Abidin Arief selama ini dikenal sebagai sosok yang vokal dan tajam dalam membaca arah politik lokal.
Dia bahkan sempat memprediksi dinamika Pilkada sebelumnya dengan cukup akurat, termasuk melihat kelemahan petahana dan munculnya figur alternatif yang mendapat simpati masyarakat.
Dengan pengalaman dan jam terbangnya, Abidin dinilai sebagai salah satu pengamat yang konsisten menjaga nalar publik tetap rasional dalam melihat irisan antara politik dan pemerintahan.
“Yang kita butuhkan saat ini adalah menjaga harapan itu tetap hidup, sembari terus mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berada pada rel yang benar,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan