Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Bangkit Revormansyah Reses di Malili, Warga Keluhkan Soal PBG hingga IUP PT Tiga Samudra

Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi Golkar, Bangkit Revormansyah menggelar reses perseorangan di kediamannya di Malili, Senin (9/3/2026). (ist)

MALILI, TEKAPE.co – Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi Golkar, Bangkit Revormansyah menggelar reses perseorangan di kediamannya di Malili, Senin (9/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.

Hadir juga Wakil Bupati Luwu Timur Hj Puspawati Husler, yang juga ibu dari Bangkit Revormansyah.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah usulan yang dianggap penting untuk ditindaklanjuti pemerintah daerah maupun DPRD.

Salah satu aspirasi yang mencuat adalah terkait regulasi penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk bangunan usaha.

Warga menilai proses pengurusannya masih cukup rumit dan berharap ada penyederhanaan agar tidak menyulitkan pelaku usaha kecil.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti persoalan tumpang tindih lahan antara tanah warga dengan wilayah izin usaha pertambangan (IUP) milik PT Tiga Samudra.

Warga berharap ada ruang diskusi terbuka yang melibatkan pemerintah daerah dan pihak perusahaan agar persoalan tersebut bisa diselesaikan secara adil.

Aspirasi lain yang disampaikan berkaitan dengan peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal. Warga meminta agar kuota pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) alat berat dapat ditambah sehingga lebih banyak masyarakat memiliki kompetensi untuk bekerja di sektor industri dan pertambangan.

Tidak hanya itu, masyarakat juga mengusulkan agar Dinas Pekerjaan Umum membuka pelatihan jasa konstruksi bagi warga, sehingga mereka memiliki keahlian yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai proyek pembangunan.

Di sektor infrastruktur, warga meminta agar akses jalan di kawasan Puncak Indah dapat ditembus hingga Lorong 10 guna mempermudah mobilitas masyarakat.

Selain itu, penerangan jalan juga menjadi perhatian, khususnya di Lorong 5 dan Lorong 6 yang dinilai masih kurang terang.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bangkit Revormansyah menyampaikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme di DPRD.

Ia menegaskan bahwa reses menjadi momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan program pembangunan daerah benar-benar menjawab persoalan di lapangan.

“Semua aspirasi ini akan kami bawa dan komunikasikan dengan pemerintah daerah agar bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing,” ujar putra dari mantan Bupati Luwu Timur HM Thorig Husler ini.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan berbagai persoalan yang disampaikan warga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan di Kabupaten Luwu Timur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini