Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Langkah Cepat Bupati Luwu Timur, Banjir Langganan SMPN 5 Angkona Mulai Ditangani

Peninjauan lapangan ke Sungai Magege dilakukan secara terpadu oleh Dinas PUPR bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur. Sungai ini diduga menjadi penyebab banjir di ompleks SMP Negeri 5 Angkona, Desa Taripa, Kecamatan Angkona. (ist)

LUWU TIMUR, TEKAPE.coBanjir yang kerap merendam Kompleks SMP Negeri 5 Angkona, Desa Taripa, Kecamatan Angkona, kembali terjadi pada 15 Desember 2025.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bergerak cepat dengan menurunkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan peninjauan dan penanganan langsung di lokasi.

Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Magege setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Air sungai yang tak lagi tertampung masuk ke kawasan sekolah dan menggenangi sejumlah bangunan, sehingga proses belajar mengajar terganggu.

Peninjauan lapangan dilakukan secara terpadu oleh Dinas PUPR bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur.

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Raodah K, S.Pd., M.Si., turut meninjau kondisi ruang kelas, laboratorium, kantor sekolah, hingga mushollah yang terdampak genangan air.

Sementara itu, tim teknis Dinas PUPR memeriksa kondisi Sungai Magege dan saluran air di sekitar sekolah.

Hasil peninjauan menunjukkan adanya pendangkalan sungai akibat sedimentasi, sehingga kapasitas aliran berkurang dan mudah meluap saat hujan.

Sekretaris Dinas PUPR Luwu Timur, Yusran Achmad, ST, menjelaskan bahwa persoalan banjir di SMPN 5 Angkona bukan hanya disebabkan faktor teknis di hilir, tetapi juga kerusakan lingkungan di daerah hulu sungai.

“Penggundulan hutan dan pembukaan lahan perkebunan sawit di wilayah pegunungan mempercepat limpasan air dan erosi tanah. Material sedimen kemudian terbawa ke Sungai Magege dan memperparah pendangkalan,” ungkapnya, Rabu (17/12/2025).

Akibat banjir tersebut, sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Selain itu, genangan air juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi siswa dan tenaga pendidik jika tidak segera ditangani.

Sebagai langkah awal, Pemkab Luwu Timur melalui Dinas PUPR merekomendasikan normalisasi Sungai Magege, pembersihan lumpur di lingkungan sekolah, serta penataan sementara saluran drainase.

Untuk penanganan berkelanjutan, pemerintah daerah juga menyiapkan rencana pembangunan tanggul permanen dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) Magege.

Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa penanganan banjir di lingkungan sekolah menjadi prioritas, mengingat dampaknya langsung terhadap kegiatan pendidikan.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Karena itu, persoalan banjir ini akan kita tangani secara bertahap dan menyeluruh,” tegasnya.

Pemerintah daerah berharap, dengan langkah cepat dan penanganan terpadu, banjir yang selama ini menjadi masalah tahunan di SMP Negeri 5 Angkona dapat segera teratasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini