oleh

12 Orang Terjangkit DBD di Palopo Dalam Sebulan, Kadinkes Ajak Galakkan Gerakan 3M

PALOPO, TEKAPE.co — Menanggapi tingginya kasus demam berdarah (BDB) sepanjang Januari 2019 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palopo mengajak masyarakat untuk meminimalisir perkembangbiakan nyamuk demam berdarah, aedes aegypti.

Sebab hingga Februari 2019, Dinkes Palopo mencatat ada 12 kasus DBD di Kota Palopo. Dengan adanya kasus ini, Dinkes mengeluarkan imbauan agar lebih waspada.

 

BACA JUGA:
Januari 2019, Dinkes Palopo Catat 12 Kasus DBD

 

Kadinkes Kota Palopo, Dr dr Ishak Iskandar, MKes, menjelaskan, cara perkembangbiakan nyamuk ini membutuhkan air sebagai tempat untuk menetas dan juga panas matahari.

Jadi mereka ini bertelur di wadah-wadah yang ada di sekitar lingkungan. Namun, di bagian dinding secara vertikal.

Telur ini mampu bertahan selama tiga bulan di wadah tersebut. Nantinya ketika turun hujan, menggenangi wadah. Maka telur-telur ini menetas.

Kemudian setelah itu juga memerlukan panas matahari, suhu panas untuk perkembangbiakan jentik menjadi nyamuk dewasa.

“Nah seperti keadaan cuaca saat ini, kadang hujan, setelah itu cerah, ini sangat disenangi oleh nyamuk aedes untuk berkembang biak, kalau dibiarkan, maka populasinya akan bertambah secara signifikan, nyamuk-nyamuk inilah penyebab penyakit DBD,” terangnya.

Ia mengungkapkan, saat ini kesadaran masyarakat sudah mulai sangat baik dalam gerakan 3M, menutup, menuras, dan mengubur.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menggalakkan gerakan 3M, sehingga penyakit DBD tidak bertambah besar.

Ia juga akan terus melakukan fogging, sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir perkembangan nyamuk DBD. (*)

Komentar

Berita Terkait