Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Warga Keluhkan Dampak Pabrik Semen, MAKI Jatim Siap Bawa ke DPR RI

MAKI Jatim, Aliansi Jember Selatan Bersatu, dan Laskar Jahanam mengikuti konsolidasi akbar membahas dampak operasional PT Imasco di Jember, Minggu (26/4/2026). (ist)

JEMBER, TEKAPE.co – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi warga yang terdampak operasional PT Imasco di Kabupaten Jember.

Sikap tersebut disampaikan setelah rangkaian pertemuan dan konsolidasi dengan masyarakat yang mengeluhkan dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas pabrik semen tersebut.

Ketua MAKI Jatim, Heru satriyo mengatakan, warga yang tinggal di wilayah terdampak, khususnya Ring 1, selama ini merasa kurang memperoleh informasi yang utuh terkait operasional perusahaan.

Selain itu, mereka juga mengaku menghadapi tekanan dan kondisi lingkungan yang dinilai tidak nyaman.

Keluhan warga mencakup dugaan pencemaran udara, gangguan kesehatan, hingga penurunan produktivitas di sektor pertanian dan perikanan.

“Ini adalah bentuk curahan hati warga yang harus kita sikapi serius. Kami akan membawa persoalan ini hingga ke Komisi XII DPR RI dan juga perwakilan pemerintah pusat agar suara warga benar-benar didengar,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan pihak perusahaan, salah satu poin yang disepakati adalah perubahan mekanisme penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Ke depan, distribusi CSR tidak lagi melalui kepala desa, melainkan lewat paguyuban resmi yang dibentuk oleh perwakilan desa-desa terdampak.

Paguyuban tersebut direncanakan memiliki legalitas hukum dan berfungsi melakukan pendataan, mengidentifikasi kebutuhan warga, serta menyalurkan program CSR secara lebih tepat sasaran.

MAKI Jatim juga dilibatkan dalam proses verifikasi untuk memastikan keterwakilan seluruh desa terdampak dalam struktur organisasi tersebut.

“Selama ini kami melihat program CSR banyak yang tidak tepat sasaran. Misalnya bantuan ke sekolah atau tempat ibadah yang sebenarnya tidak menjadi kebutuhan utama. Ke depan, semua harus berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat,” kata dia.

Selain itu, MAKI Jatim bersama warga dan perusahaan sepakat membentuk tim kecil yang terdiri dari unsur masyarakat, MAKI, dan PT Imasco.

Tim ini akan melakukan kajian komprehensif, termasuk menganalisis dampak limbah pembakaran batubara terhadap tanaman seperti tembakau dan padi, serta pengaruhnya terhadap hasil tangkapan nelayan.

Hasil kesepakatan tersebut akan dituangkan dalam dokumen resmi dan direncanakan untuk dinotariskan guna memberikan kekuatan hukum terhadap komitmen yang telah dicapai.

“Jika di kemudian hari terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan, maka hal itu bisa masuk ke ranah hukum, baik perdata maupun pidana. Ini bentuk keseriusan kami dalam mengawal komitmen,” ujarnya.

MAKI Jatim menilai penyelesaian persoalan ini membutuhkan proses bertahap.

Tahap awal difokuskan pada pembentukan paguyuban, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan tim kajian serta penyusunan program prioritas berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam konsolidasi akbar yang digelar bersama Aliansi Jember Selatan Bersatu (JSB) dan Laskar Jahanam pada Minggu (26/4/2026), warga dari 12 desa terdampak menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni hak atas lingkungan hidup yang sehat, penolakan terhadap polusi, serta keadilan bagi masyarakat terdampak.

MAKI Jatim menegaskan akan terus mendampingi warga hingga tuntutan tersebut memperoleh kejelasan dan realisasi dari pihak terkait.

“Kami akan kawal sampai tuntas. Ini bukan hanya soal CSR, tapi soal hak hidup masyarakat yang harus dilindungi,” katanya.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini