UNCP Dorong Hilirisasi Riset Lewat SMART-AR PAI, Bidik Transformasi Digital Pembelajaran Agama
PALOPO, TEKAPE.co – Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) mulai mengakselerasi hilirisasi hasil riset melalui pengembangan SMART-AR PAI, sebuah modul ajar Pendidikan Agama Islam berbasis Augmented Reality (AR) dan Deep Learning yang ditujukan untuk menjawab tantangan transformasi digital di ruang kelas.
Produk tersebut tidak hanya dirancang sebagai luaran penelitian, tetapi juga diproyeksikan menjadi inovasi yang siap diterapkan di sekolah.
Langkah awal pengembangan produk dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan peneliti, guru, akademisi, praktisi pendidikan, alumni, dan mahasiswa di Palopo, Rabu (22/7/2026).
BACA JUGA: Di Tengah Persaingan 41 Kampus, Mahasiswa UNCP Rebut Juara II Lagu Dangdut Putri PEKSIMIDA 2026
Forum itu menjadi ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna sekaligus menguji arah pengembangan prototipe sebelum memasuki tahap produksi dan uji coba.
Pengembangan SMART-AR PAI merupakan bagian dari Program Hilirisasi Riset Prioritas – Pengujian Model dan Prototipe Tahun 2026 yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Skema tersebut mendorong perguruan tinggi menghasilkan inovasi yang tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi bertransformasi menjadi produk yang memiliki manfaat nyata dan berpotensi dikomersialisasikan.
BACA JUGA: Mahasiswa PGSD UNCP Kenalkan Printer 3D untuk Media Pembelajaran di SD Negeri 7 Ponjalae
Riset dipimpin Abdul Zahir, S.Pd., M.Pd., bersama Vicky Bin Djusmin, S.Kom., M.Kom., dan Supriadi, S.Ag., M.Pd.
Tim juga melibatkan tiga mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis riset agar mereka terlibat langsung dalam proses pengembangan teknologi, mulai dari pemetaan kebutuhan pengguna hingga penyusunan prototipe.
Berbeda dari pengembangan media pembelajaran konvensional, SMART-AR PAI menggabungkan modul ajar dengan teknologi AR yang mampu menampilkan objek pembelajaran dalam bentuk tiga dimensi.
Materi Pendidikan Agama Islam dapat dipelajari secara interaktif melalui perangkat digital sehingga pengalaman belajar menjadi lebih kontekstual dan mudah dipahami peserta didik.
Produk tersebut juga dirancang mengadopsi pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran, dengan tujuan menciptakan proses belajar yang lebih mendalam, adaptif, dan sesuai karakter peserta didik.
Pada saat yang sama, materi yang dikembangkan diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama melalui penyajian konten yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
Ketua tim peneliti Abdul Zahir mengatakan, pendekatan hilirisasi mengharuskan sebuah produk penelitian dibangun berdasarkan kebutuhan nyata pengguna. Karena itu, masukan dari guru, akademisi, hingga praktisi menjadi bagian penting dalam proses pengembangan.


<


Tinggalkan Balasan