Mahasiswa PGSD UNCP Kenalkan Printer 3D untuk Media Pembelajaran di SD Negeri 7 Ponjalae
PALOPO, TEKAPE.co – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) memperkenalkan pemanfaatan teknologi printer 3D sebagai media pembelajaran di SD Negeri 7 Ponjalae, Kota Palopo.
Kegiatan yang merupakan implementasi Mata Kuliah Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) itu menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang mengintegrasikan teknologi digital dengan pengembangan media pembelajaran inovatif bagi siswa sekolah dasar.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendemonstrasikan cara kerja printer 3D untuk menghasilkan berbagai alat peraga edukatif, mulai dari bentuk geometri, miniatur benda, huruf, angka, hingga model hewan dan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.
Selain memperkenalkan teknologi kepada para guru, mahasiswa juga memberikan pelatihan penggunaan aplikasi dan pengoperasian printer 3D. Para peserta menyaksikan secara langsung proses pencetakan objek tiga dimensi yang nantinya dapat digunakan sebagai media pembelajaran di kelas.
Dosen pengampu Mata Kuliah Seni Budaya dan Prakarya, Sulaiman, S.Sn., M.Sn., mengatakan pemanfaatan printer 3D merupakan salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang sejalan dengan perkembangan teknologi pendidikan.
“Pemanfaatan Printer 3D merupakan salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan di era digital. Calon guru sekolah dasar tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga harus memiliki kemampuan merancang media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik abad ke-21,” ujar Sulaiman.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mengasah kemampuan dalam menciptakan media pembelajaran berbasis teknologi.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus melatih kemampuan mereka dalam menghasilkan media pembelajaran yang menarik, efektif, dan berbasis teknologi. Harapannya, inovasi seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih modern,” katanya.
Kepala SD Negeri 7 Ponjalae, Hj. Rahmidah, S.Pd.I., M.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, pengenalan printer 3D memberikan pengalaman baru bagi para guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai pendukung proses belajar mengajar.





Tinggalkan Balasan