oleh

Takut Corona, Mahasiswa Unanda Palopo Tolak Kedatangan Kapal Pesiar

PALOPO, TEKAPE.co – Kapal Pesiar MV Coral Adventurer dijadwalkan akan sandar di pelabuhan tanjung ringgit Palopo, pada Senin (9/3/2020), mendatang.

Namun, rencana kedatangan kapal yang memuat turis asal Australia dan New Zealand itu mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat Palopo di media sosial.

Penolakan ini dikarenakan, 2 WNI telah positif terjangkit virus corona, warga takut kedatangan mereka malah hanya membawa petaka.

Selain itu, Kapal tersebut juga telah ditolak sandar di Alor dan Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun bertolak ke pelabuhan Ende, NTT dan diizinkan sandar di sana.

Tidak hanya Warga Kota Palopo yang meragukan amanya para turis yang akan bertandang di Kota Palopo, mahasiswa Universitas Andi Djemma, Fakultas Hukum, Imam Paduli juga bersuara untuk menolak kapal tersebut.

Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Kota Palopo ini, menegaskan tidak ada toleransi bagi kedatangan kapal tersebut, untuk mengurangi hal yang tidak diinginkan.

“Pemkot dan seluruh Stakeholeder terkait terkhusus anggota DPRD Palopo saat nantinya melakukan kordinasi, diharapkan melakukan pertimbangan mendalam baik teknologi, medis dan lain-lain, bahkan kalau perlu tolak hingga sementara waktu hingga betul-betul suasana ini optimal kembali,” ungkapnya, Rabu 4 Februari 2020.

Imam menuturkan alasannya menolak kedatangan kapal tersebut, karena saat ini suasana belum optimal, ditambah kecemasan masyarakat terhadap wabah ini masih tinggi.

“Masyarakat saat ini telah dalam kecemasan wabah virus corona, bukan hanya kita di Palopo yang ketakutan bahkan seluruh penjuru dunia sekalipun. Beberapa negara sudah isolatif dan menutup diri terhadap seluruh agenda wisatawan luar, belum lagi pemerintah menawarkan agar safety dan mengenakan masker saat beraktivitas sedangkan stok tersebut sudah langkah entah mengapa,” terangnya.

Selain itu, Imam juga menambahkan bahwa cuaca saat ini di Kota Palopo iklim cuaca yang cepat berubah-ubah.

“Bukan kita tidak mempercayai kemampuan Pemerintah dalam menimalisir hal ini sesuai standar protap, tapi lagi-lagi kita menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, belum lagi pelabuhan tentu anginnya kencang sedangkan virus ini aktif dan sangat sensitif dalam penyebarannya,” tambahnya. (rindu)

Komentar

Berita Terkait