oleh

Tak Ada Bidang IT dan Kepemudaan di TA TGUPP Sulsel, Gubernur Dinilai Masih Gaya ‘Kolonial’

MAKASSAR, TEKAPE.co – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, resmi mengangkat 28 orang Tenaga Ahli Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan bernomor 1328/V/2021 tentang penetapan tenaga ahli Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan.

Namun, Tenaga Ahli TGUPP itu mendapat kritikan dari beberapa kalangan. Diantaranya karena persoalan tak adanya bidang tenaga ahli dalam bidang Teknologi Informasi atau IT dan Kepemudaan. Juga karena tidak adanya perwakilan dari wilayah Tana Luwu.

Salah satu yang memberikan kritikan menganai Tenaga Ahli TGUPP ini adalah Direktur Macca Indonesia Foundation (MIND) Haeril Al Fajri.

Menurutnya TA TGUPP bentukan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini tidak kekinian. Ini dapat dilihat dari orang-orang yang diangkat dalam tim tersebut.

“Kita sebenarnya berharap, karena Pak Plt Gubernur Sulsel bisa dikatakan representasi dari generasi muda, maka pola kepemimpinannya dapat melihat perkembangan zaman dan tantangan kedepan, terutama mengenai Transformasi Digital dan Bonus Demokgrafi. Namun dalam TA TGUPP, tidak ada bidang Teknologi Informasi dan Kepemudaan,” ujar Haeril, yang juga trainer muda asal Tana Luwu ini.

Haeril juga mengatakan, Sulawesi Selatan yang kaya sumber daya baik Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM), harusnya tidak stagnan pada pola pengelolaan gaya ‘kolonial’.

“Zaman berubah begitu sangat cepat. Seharusnya pemerintah memiliki terobosan pengelolaan pemerintahan di era VUCA ini. Jangan stagnan pada pola ‘kolonial’,” tandas Haeril.

Berikut daftar nama Tenaga Ahli TGUPP yang baru saja diangkat Plt Gubernur Sulsel:

  1. Prof Ambo Ala (Ketahanan Pangan)
  2. Haris Bahrun (pertanian)
  3. Prof Murtir Jeddawi (pemerintahan)
  4. Prof Abrar Saleng (hukum agraria dan SDA)
  5. Prof Sukarno Aburaera (Hukum)
  6. Zulkifli Aspan (Hukum Tata Negara)
  7. Prof Daud Malamassam (kehutanan)
  8. Prof Supratman (kehutanan)
  9. Prof Lella Rahim (peternakan)
  10. Prof Veni Hadjuh (gizi masyarakat)
  11. Djuanidi Machdar (gizi masyarakat)
  12. Ema Alasiry (gizi masyarakat)
  13. Aida Juliaty (tumbuh kembang anak)
  14. Prof Syarifuddin Wahid (manajemen rumah sakit)
  15. Syahrir Pasinringi (manajemen rumah sakit)
  16. Indahwaty Sihdin (manajemen rumah sakit).
  17. Prof Musbir (perikanan dan kelautan)
  18. Prof Muh Hatta Fattah (perikanan dan kelautan)
  19. Akib Patta (percepatan pembangunan wilayah kepulauan)
  20. Prof Hamzah Upu (Pendidikan)
  21. Prof Muh Asdar (ekonomi dan UMKM)
  22. Andi Rasde Sumange (Ekonomi dan UMKM)
  23. Agussalim (ekonomi pembangunan)
  24. Prof Arifuddin (akuntan)
  25. Prof Wahyu Piara (infrastruktur)
  26. Farouk Maricar (pengairan)
  27. Idris Leo (perencanaan wilayah)
  28. Diyah Yumeina (Hubungan kerjasama internasional).

Komentar

Berita Terkait