oleh

Soal Rekomendasi Pekerja Asing, Pemuda Pancasila Luwu Minta Oknum Kabid di DLH Ditindak Tegas

BELOPA, TEKAPE.co – Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu meminta kepada Bupati Luwu untuk menindak tegas oknum Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu, yang telah mengeluarkan surat rekomendasi pengambilan sampel emas di Sungai Salu Suso Kecamatan Bano Barat, kepada Warga Negara Asing (WNA) asal China.

Dari lima orang yang mengambil sampel emas di aliran sungai itu, tiga diantanya adalah WNA asal China. Mereka melakukan aktifitas di Salu Suso Desa Tettekang dan Desa Marinding, Kecamatan Bajo Barat.

Rekomendasi yang ditandatangi Kabid Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Hidup DLH Luwu, Drs Bambang Sukmanto, MSi. yang direkomendasikan kepada Ricky YY T Rantung, profesi karyawan swasta, berdomisili Jakarta itu, ternyata tak diketahui Kadis LH Luwu Wahyuddin.

BACA JUGA:
Kadis LH Luwu Tak Tahu Surat Rekomendasi yang Izinkan Pekerja Asing Ambil Sampel Emas di Sungai

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Lingkungan Hidup Pemuda Pancasila Luwu, Ahmadi Abbas, dalam rilisnya, Kamis 1 Agustus 2019, menjelaskan Bupati Luwu sudah harus menindak tegas Bambang Sukmanto, yang telah mengeluarkan rekomendasi tanpa sepengetahuan Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

“Kadis DLH telah mengeluarkan pernyataan surat rekomendasi dikeluarkan tanpa sepengetahuannya. Jadi jelas sekali hal ini dilakukan sepihak dan tidak sesuai prosedural, hingga sudah seharusnya Pak Bupati Luwu mengeluarkan sanksi kepada oknum Kabid DLH tersebut,” tandasnya.

Jika Pak Bupati Luwu hanya diam, kata dia, maka bisa saja kedepannya akan terjadi hal serupa. Hingga perlu ada tindakan kepada siapa saja yang terlibat dalam kejadian di Desa Tettekang.

“Bukan hanya kepala Bidang saja yang diberi sanksi, tapi siapapun yang terlibat harus diberi sanksi tegas, karena hal ini bisa merusak lingkungan,” katanya.

Ahmadi menambahkan, aktifitas apapun di Sungai Salu Suso yang bisa merusak ekosistem, harus dihentikan. Terlebih jika terkait pertambangan.

Kondisi Sungai Salu Suso yang manopang puluhan hektar persawahan di beberapa kecamatan di Kabupaten Luwu jika rusak akan berefek buruk. (ham)

Komentar

Berita Terkait