oleh

Siagakan 21 Tenaga Medis, Lewat Palopo Harus Singgah Diskrining di Islamic Centre

PALOPO, TEKAPE.co – Dalam rangka upaya pencegahan sebaran virus corona masuk di Palopo, sejumlah upaya telah dilakukan.

Salah satu yang dilakukan Pemkot Palopo adalah melakukan skrining kepada setiap warga yang melintas di perbatasan Palopo.

Setiap orang yang melintas di Palopo, diwajibkan singgah di posko yang telah disiapkan, di halaman Islamic Centre Palopo.

Pemkot Palopo telah menyiagakan 21 orang tenaga medis untuk menskrining orang datang atau lewat di Palopo. Mereka dibagi menjadi 3 shift.

Wilayah-wilayah perbatasan ini diperketat, sehingga bagi yang ingin keluar dan masuk di wilayah Palopo, akan mengikuti prosedur yang ada.

Kota Palopo sendiri memiliki tiga perbatasan pintu masuk, dan satu pelabuhan. Yakni, di perbukitan Sampoddo berbatasan dengan Kabupaten Luwu.

Di Battang Barat berbatasan dengan Toraja Utara, dan di Jembatan Miring berbatasan Kecamatan Walenrang (Luwu), serta Pelabuhan Tanjung Ringgit.

Juru bicara Penanggulangan Covid-19 Kota Palopo, dr Ishak mengatakan penjagaan ketat ini untuk memastikan penyebaran covid-19 tidak sampai masuk ke Luwu Raya, khususnya Kota Palopo.

“Upaya ini kita harapkan dapat mencegah penyebaran covid-19 masuk di Kota Palopo, bagi yang ingin melintas kita akan lakukan sesuai prosedur yang ada, dari pengecekan dan pemeriksaan suhu tubuh serta peyemprotan desinfektan pada motor dan mobil, juga menanyakan keperluannya di Palopo,” terangnya, Selasa 31 Maret 2020.

Ishaq Iskandar juga mengatakan telah menyiapkan tim medis di semua posko covid-19 dengan memberlakukan 3x shift.

“Kita sediakan tim medis, 7 orang per shift dan memberlakukan 3x shift dalam sehari,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan untuk saat ini Kota Palopo masih berupaya terus menekan pencegahan dan penyebaran covid-19 di Palopo. Termasuk apakah Kota Palopo akan melakukan rapid tes masif kepada warganya.

“Kita lihat situasi dan kondisi kedepan,” tandasnya. (bolang)

Komentar

Berita Terkait