oleh

Ribuan Warga Meriahkan MTQ Tingkat Sulteng di Morowali

BUNGKU, TEKAPE.co – Antusias masyarakat Morowali meramaikan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-27 tingkat provinsi Sulteng cukup besar.

Ribuan warga memenuhi lapangan rumah jabatan bupati Morowali, Sabtu petang 28 April. Mereka menempati tempat yang tersedia, sebagian menunggu dengan sabar berdiri.

Penantian mereka ditemani dengan tampilan dekorasi panggung yang unik dipadukan tata pencahayaan yang apik temaram, dilanjutkan penampilan atraksi drumband yang diundang khusus dari Universitas Haluoleo.

Acara makin meriah sekaligus khidmat dan penantian terbayar lunas ketika 500 siswa dan siswi memenuhi lapangan yang menjadi sempit, mereka menampilkan secara kompak koreografi ‘Cahaya Qurani’ membentuk gelombang dan lingkaran cahaya seakan berpencar, diiringi lantunan musik yang mengandung pesan untuk selalu bersyukur.

Tepuk tangan hadirin pun meluap, setelah tombol sirine ditekan yang menandakan MTQ resmi dimulai. Listrik tiba-tiba padam Semua berbisik, tak beberapa lama. Hujan kembang api memenuhi langit yang susul-menyusul bunyi dentumannya.

Gubernur Sulawesi Tengah, diwakili sekretaris daerah provinsi Sulawesi Tengah Drs H Mohamad Hidayat Lamakarate MSi, mengapresiasi pembukaan MTQ dengan penampilan yang atraktif.

Menurutnya, kreatifitas yang disuguhkan pada acara itu dapat dijadikan contoh bagi kabupaten lain, jika nanti berkesempatan menjadi tuan rumah. Ia mengatakan seperti berada di tengah pembukaan MTQ tingkat nasional.

Tema yang diangkat ‘Kita bangun generasi bangsa yang cinta quran dan islami, guna mewujudkan kehidupan demokrasi yang aman dan damai dalam bingkai NKRI, dilandasi iman dan taqwa, menuju kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan berbudaya.’

Sekda Hidayat, yang membaca sambutan menyampaikan, Quran adalah tuntunan umat manusia di bumi untuk membangun kehidupan yang harmonis, menjaga toleransi dan kehidupan yang damai.

Di dalamnya terkandung petunjuk untuk mencapai kehidupan dunia dan akhirat, dan padanya juga tidak hanya terkandung nilai-nilai keimanan. Tetapi juga sumber nilai-nilai universal, ilmu pengetahuan bahkan sejarah kehidupan. Semuanya dikumpulkan dengan bahasa yang indah.

Oleh karena itu, semua hal diatas, katanya, diwajibkan untuk terus belajar dan mengajarkan Quran. Seperti sabda rasul ‘Orang yang terbaik diantara kamu adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya.’

Maka MTQ menjadi sarana yang strategis sebagai media dakwah untuk umat dalam memahami isi kandungan quran sehingga pemahaman tersebut membawa dampak di kesehariannya. Juga sebagai sarana silaturahmi antar warga Sulawesi Tengah baik sesama agama Islam maupun dengan saudara dari agama lainnya.

“Momentum MTQ kita jadikan perekat bangsa untuk memperkokoh NKRI dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, sebagai katakter, ahklaq dan moral bangsa yang luhur dan mulia. Baik sesama warga dengan pemimpin. Tetapi juga ulama dengan umara sehingga seluruh agenda pembangunan dapat berjalan sukses,” seru Hidayat.

Ia pun mengajak agar pemahaman Quran dapat diajarkan dan dan diterapkan di kehidupan sehari-hari dengan cara yang teduh dan dengan rasa toleransi, karena diketahui perbedaan adalah sebuah rahmat jika mau menyadarinya.

Terlebih perbedaan dalam pilihan politik yang sudah mulai terasa khususnya disini yang telah bersiap memilih calon pemimpin baru. Akhirnya MTQ diharapkan dapat menumbuhkan generasi qurani madani sehingga terwujud baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur.

Kakanwil Depag Sulawesi Tengah Dr. H Rusman Langke di kesempatan yang sama menguatkan yang disampaikan sebelumnya, adalah Quran ditujukan tidak hanya bagi masyarakat abad ke 7 masehi saja.

Tetapi juga untuk masyarakat modern sekarang dan mendatang. Selain itu juga tidak melulu pembahasan hubungan manusia dengan tuhannya, tetapi didalamnya juga terdapat aturan antara sesama manusia.

Rusman mengatakan bahwa MTQ hendaknya tidak hanya dijadikan ajang kompetisi, melainkan lebih dari itu dijadikan sebagai tuntunan hidup umat manusia. Agar selamat di dunia dan akhirat.

Bupati Morowali Anwar Hafidz yang kurang dari satu bulan masa jabatannya berakhir, mengungkapkan rasa terimakasih kepada pemerintah provinsi atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ.

Ia berharap agar penyelenggaraan iven ini dapat menjadi pengabdian yang jadi karya terbaik di akhir pengabdiannya sebagai bupati. Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat Morowali untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik guna suksesnya gelaran MTQ.

Acara berlangsung hingga 6 hari kedepan yang diikuti 13 kafilah se-Sulawesi Tengah yang berjumlah 1006 peserta. (hms)

Komentar

Berita Terkait