Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Rehabilitasi Irigasi Lengkong Pini Paket 4 Dimulai di Luwu, 828 Hektare Sawah Ditargetkan Terairi Optimal

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Bupati Luwu H. Patahudding, foto bersama usai peletakan batu pertama (groundbreaking) Pembangunan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Lengkong Pini Paket 4 di Desa Sampeang, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/7/2026). (dok.diskominfoluwu)

LUWU, TEKAPE.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai pembangunan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Lengkong Pini Paket 4 di Desa Sampeang, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/7/2026).

Proyek strategis sektor pertanian ini menargetkan peningkatan layanan irigasi dari 52,8 persen menjadi 82,8 persen atau sekitar 828 hektare lahan sawah agar kembali produktif dan optimal terairi.

Luwu Jadi Lokasi Prioritas Rehabilitasi Irigasi

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Bupati Luwu H. Patahudding, serta Wali Kota Palopo Naili Trisal.
Kegiatan juga dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, kepala OPD, serta masyarakat setempat.

Ruang Lingkup Proyek dan Anggaran
Rehabilitasi DI Lengkong Pini Paket 4 memiliki panjang penanganan mencapai 11.881 meter dengan nilai anggaran sebesar Rp17,89 miliar.

Pekerjaan ini mencakup rehabilitasi dua unit bendung dan sebelas bangunan irigasi yang menjadi penopang utama sistem pengairan lahan pertanian di wilayah tersebut.

Dampak dan Target Peningkatan Layanan Irigasi

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan, Astina Abbas, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari Program Paket 5 rehabilitasi irigasi yang tersebar di lima kabupaten dengan delapan daerah irigasi.

Untuk Kabupaten Luwu, peningkatan layanan irigasi ditargetkan naik dari 52,8 persen menjadi 82,8 persen.

Peningkatan ini diproyeksikan berdampak langsung pada sekitar 828 hektare lahan sawah.

Selain itu, masih terdapat sekitar 300 hektare lahan di wilayah Makawa yang belum terlayani. Jika jaringan irigasi diperluas, cakupan layanan berpotensi meningkat hingga 1.400 hektare.

Apresiasi Pemerintah Kabupaten Luwu
Bupati Luwu H. Patahudding menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas perhatian terhadap sektor pertanian di daerahnya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas program rehabilitasi irigasi ini. Sudah hampir tujuh tahun sebagian masyarakat tidak dapat mengelola sawah secara maksimal akibat kondisi jaringan irigasi yang rusak. Mudah-mudahan setelah proyek ini selesai, sawah-sawah masyarakat kembali produktif,” ujar Patahudding.

Ia menambahkan bahwa manfaat proyek ini tidak hanya untuk petani padi, tetapi juga mendukung sektor pertanian dan perkebunan secara lebih luas.

Gubernur Tekankan Investasi Jangka Panjang

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan irigasi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia juga meminta kontraktor bekerja profesional dan memastikan proyek selesai sesuai target waktu. Pemerintah provinsi, kata dia, akan terus mengevaluasi kebutuhan lanjutan agar cakupan irigasi semakin luas.

Bantuan Alat Pertanian

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan juga menyerahkan bantuan dua unit traktor kepada Pemerintah Desa Sampeang. Bantuan ini diharapkan mempercepat pengolahan lahan dan meningkatkan produktivitas petani. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini