oleh

Ramai di Medsos, Diduga Oknum Pegawai Pasar Jual Masker di Pintu Masuk PNP

PALOPO, TEKAPE.co — Oknum berseragam mirip pegawai pasar sentral Palopo atau Pusat Niaga Palopo (PNP), diduga jual masker di pintu masuk PNP.

Hal itu ramai diperbincangkan warganet di media sosial facebook dan grup-grup whatsapp, Rabu, 24 Juli 2020.

Bahkan, video dan foto yang memperlihatkan dua oknum berseragam hitam putih mirip pegawai beredar luas. Seragam hitam putih ini memang dikenakan khusus Rabu bagi ASN.

Oknum itu memegang masker bedah dan menjual kepada orang yang hendak masuk pasar, namun lupa menggunakan masker.

Penjualan masker diduga oleh oknum pegawai itu, beredar setelah Dinas Perdagangan (Disdag) Palopo mewajibkan masker bagi pengunjung pasar.

Pemkot mewajibkan masker sebagai penerapan Protokol Kesehatan di Pusat Niaga Palopo (PNP) dan Pasar Andi Tadda.

Juga diwajibkan untuk melakukan pengecekan suhu dan memastikan masyarakat untuk memakai masker di area tersebut.

Di tengah penerapan Protokol Kesehatan itu, diduga dimanfaatkan oknum pegawai dengan menjual masker bedah. Harganya Rp5 ribu per masker.

Suarni, salah satu pengunjung yang sempat masuk ke pasar sentral (PNP), namun tidak memakai masker mengaku,
tidak diperbolehkan masuk ke dalam pasar dan sempat ditawari masker.

“Saya kan mau masuk ke dalam pasar, tapi saya tidak pakai masker, jadi saya disuruh dulu pakai masker, baru boleh masuk. Saya ditawari itu ibu-ibu yang berpakaian putih hitam maskernya, tapi kan maskernya bukan masker kain, jadi saya tidak beli. Saya hanya beli masker kain di sekitar situ juga, kan kalau masker kain lama dipakainya,” ujarnya.

Dari pantauan TEKAPE.co, selain masyarakat yang menjual masker kain di area tersebut, juga ada orang yang berseragam hitam putih yang menjual masker bedah.

Sementara itu, Satrio juga mengaku ditawari masker bedah seharga Rp5.000/pcs.

“Saya kan tadi ke pasar sekitar pukul 10.00 pagi, mau beli ikan, tapi pas sampai disana, ramai. Ada saya liat pengawalan dari Satpol PP dan Kepolisian, jadi saya berpikir itu dari Pemerintah, karena ada pemeriksaan suhu juga disana. Tapi pada saat saya ingin masuk ke dalam pasar, saya kan tidak pakai masker, saya diarahkan pakai masker, disitu saya ditawari masker sama ibu-ibu yang berpakaian seragam hitam putih. Tapi maskernya bukan masker kain, tapi masker Rumah Sakit (masker bedah),” katanya.

Satrio menyebut, Ia hampir sejam berada di tempat itu memperhatikan situasi tersebut.

Masker yang dijual bukan masker kain, melainkan masker bedah, dan caranya pun menawarkan halus, karena itu dilakukan di tengah pemeriksaan kesehatan.

Harga masker bedah yang dijual per pcs Rp5000. Kemudian masker itu ditawari ke orang – orang yang tidak menggunakan masker.

“Jadi disuruh dulu pakai masker, setelah dipakai baruki nabilang Rp5000 ji itu pak harganya,” ujar Satrio, yang juga Ketua PMII Palopo.

Mohon Maaf, Kadisdag Sebut Itu Jualan Apotek H Riswan

Sementara itu, Kadis Perdagangan Palopo, Zulkifli, saat dikonfirmasi TEKAPE.co, mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia mengaku langsung mengecek kebenarannya, setelah mendengar informasi itu.

“Saya sudah dapat informasi mengenai masker tersebut, tadi pada saat protokol kesehatan di pasar, banyak yang cari masker karena memang betul dilarang ki masuk pasar yang tidak pakai masker.

Melihat peluang itu, Apotik H Riswan melakukan penjualan disana, karena berkerumun orang, petugas pasar memindahkan jualan tersebut, mungkin pada saat memindahkan barang ada yang foto,” kilahnya.

Zulkifli mengaku telah menegur Kepala Pasar untuk memberi peringatan ke staf pasar, jika ada yang memanfaatkan situasi seperti itu.

“Biarkan saja mereka jual sendiri, dengan cara mengatur tempatnya,” ujarnya.

Zulkifli memohon maaf jika ada staf yang melakukan hal tersebut dan berharap agar stafnya dikoreksi jika melakukan hal yang keliru. (rindu)

Komentar

Berita Terkait