Perkuat Toleransi, Kemenag Bulukumba Laksanakan Penguatan Moderasi Beragama bagi ASN
BULUKUMBA, TEKAPE.co – Dalam rangka memperkuat nilai toleransi dan kerukunan, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bulukumba melalui Seksi Pendidikan Madrasah menggelar kegiatan Penguatan Moderasi Beragama bagi ASN dan Non ASN, Sabtu (04/04/2026), di Aula Kantor Kemenag Bulukumba.
Kegiatan ini dihadiri Kakanwil Kemenag Sulawesi Selatan Ali Yafid, Kepala Kantor Kemenag Bulukumba Abdul Rafik, Kabag TU Kanwil Kemenag Sulsel Aminuddin, Ketua Tim SDM Sofyan, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Asfiadi, jajaran pengawas, serta para kepala madrasah negeri dan swasta se-Kabupaten Bulukumba.
Rangkaian kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peresmian Aula Mini Kantor Kemenag Bulukumba yang diresmikan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Bulukumba.
Aula ini diharapkan menjadi sarana penunjang kegiatan pertemuan, pusat layanan kehumasan, sekaligus ruang podcast yang representatif.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Bulukumba Abdul Rafik menyampaikan apresiasi atas dukungan Kakanwil Kemenag Sulawesi Selatan terhadap pembangunan Aula Mini tersebut.
“Aula Mini ini adalah bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas layanan. Ke depan, ruangan ini akan dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan, pusat humas, hingga studio podcast untuk mendukung diseminasi informasi keagamaan yang lebih luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran guru dalam membangun moderasi beragama melalui tiga potensi utama, yakni kognitif, afektif, dan konatif.
Ketiganya dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis.
Sementara itu, Kabag TU Kanwil Kemenag Sulsel Aminuddin menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan proses berkelanjutan.
“Moderasi beragama adalah never ending process, yang harus terus kita rawat dan kembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu konsep penting di dalamnya adalah lita’arafu, yaitu saling mengenal, memahami, dan menghargai perbedaan,” jelasnya.
Ketua Tim SDM juga menyampaikan materi yang mengaitkan moderasi beragama dengan pembinaan ASN serta layanan kepegawaian.
Dalam pemaparannya, ditegaskan bahwa nilai moderasi harus terintegrasi dalam pembinaan ASN, termasuk dalam peningkatan kualitas layanan kepangkatan.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama merupakan tanggung jawab bersama.
“Penguatan moderasi beragama bukan hanya menjadi tugas pimpinan semata, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen, baik ASN maupun Non ASN, untuk menghadirkan kehidupan beragama yang rukun, damai, dan penuh toleransi,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama.
“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung Asta Protas Bapak Menteri, khususnya dalam meningkatkan kerukunan dan menumbuhkan cinta kemanusiaan. Moderasi beragama harus menjadi gerakan bersama yang nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Asfiadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai moderasi beragama, serta memperkuat sikap toleransi antarumat beragama.
“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat komitmen ASN dan Non ASN dalam menjaga persatuan dan keutuhan di masyarakat melalui pendekatan keagamaan,” ujarnya.
Ke depan, kegiatan serupa akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh madrasah di Kabupaten Bulukumba agar nilai-nilai moderasi beragama dapat tersosialisasi secara merata.
(Sakril)






Tinggalkan Balasan