Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Pemkab Sidoarjo Perkuat Upaya Wujudkan Lingkungan Sehat bagi Masyarakat

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, bersama Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur mengikuti rapat koordinasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kantor Setda Sidoarjo, Selasa (21/7/2026). (ist)

SIDOARJO, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas pencemaran, salah satunya melalui penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menekan risiko penyakit berbasis lingkungan.

Proses verifikasi dilakukan oleh Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur di enam kecamatan dan 12 desa/kelurahan yang menjadi sampel.

Lokasi tersebut meliputi Kecamatan Buduran (Desa Sidokepung dan Wadungasih), Waru (Desa Tambak Sumur dan Tambak Sawah), Sedati (Desa Pabean dan Sedati Agung), Tanggulangin (Desa Ketapang dan Putat).

BACA JUGA: Wabup Humbahas Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Longsor di Kecamatan Pakkat

Kemudian, Porong (Desa Candipari dan Glagaharum), serta Prambon (Desa Jati Alun-alun dan Temu).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, menyatakan capaian sanitasi di Sidoarjo sejauh ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, komitmen daerah tidak berhenti pada status Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan yang diraih pada 2024, tetapi berlanjut menuju status STBM Paripurna.

BACA JUGA: Tak Mampu Melangkah, Air Mata Nenek Sumarni Pecah Saat Bantuan Kartu Lansia Tiba di Rumahnya

“Dari total 604.048 kepala keluarga di Sidoarjo, sebanyak 308.789 KK telah disurvei dan hasilnya 100 persen berstatus ODF. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Fenny dalam rapat koordinasi STBM di Kantor Setda Sidoarjo, Selasa (21/7/2026).

Selain status ODF, indikator penerapan sanitasi lainnya di Sidoarjo juga menunjukkan tren positif. Sebanyak 99,78 persen rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, 95,43 persen pengelolaan sampah rumah tangga, serta 73,6 persen telah memiliki pengelolaan air limbah rumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini