oleh

PAD Alat Berat Tak Capai Target, Dinas PUPR Luwu Dicecar di Banggar DPRD

LUWU, TEKAPE.co – Sejumlah anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Luwu yang membahas Ranperda APBD Pokok Tahun Anggaran 2021, memperlihatkan kekecewaan terkait komitmen Dinas PUPR Kabupaten Luwu dalam perolehan pendapatan asli daerah (PAD).

Bahkan pembahasan perolehan PAD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Luwu akhirnya berlangsung alot hingga memakan waktu 2 jam lebih.

“Dinas PUPR Luwu kan awalnya ditarget PAD dari pengelolaan alat berat sebesar Rp 1,7 miliar lebih. Tetapi karena alasan Covid-19 di APBD Perubahan TA 2020, hanya diberi target Rp800 juta. Yang kami sangat sayangkan, kenapa target ini juga tidak tercapai. Bahkan jauh dari harapan. Saya minta dalam forum ini tolong ditransparansikan ada ada berapa alat berat yang bekerja saat ini dan berapa yang sudah diperoleh. Kok sedikit sekali PAD yang masuk,” kesal Wakil Ketua I DPRD Luwu Mappatunru.

Senada hal itu, anggota DPRD Luwu Fraksi PPP, Sukma,  Ishak Sallo (Fraksi Gabungan), Arbi Arsyad (Fraksi Nasdem), Wahyu Napeng (Fraksi PAN) dan Summang (Fraksi Gabungan), Andi Abdul Muharrir (Fraski Golkar), Andi Admiral A Kaddiraja (Fraksi PDIP) yang mengatakan, dari tahun ke tahun PAD alat berat Dinas PUPR Luwu selalu dibahas dan di genjot anggota DPRD Luwu untuk dapat dioptimalkan.

Tetapi baru tahun ini perolehan PAD alat berat Dinas PUPR Luwu  sangat memprihatinkan dengan pemasukan di bulan November baru mencapai Rp 245 juta.

“Kita menyepakati target PAD alat berat Dinas PUPR Luwu sebesar Rp 1,7 miliar bukan tanpa dasar. Tetapi karena perolehan tahun sebelumnya, dimana awalnya ditarget Rp 1,5 miliar dan mampu dicapai hingga Rp 1,75 miliar. Tetapi hari ini dengan target hanya Rp 800 juta, tetapi yang masuk baru sebesar Rp 240 juta lebih saja itu sangat tidak wajar. Perlu kalian ketahui, peroelahan PAD alat berat Dinas PUPR Luwu ini sangat mempengaruhi neraca pendapatan dan belanja daerah kita,” tegas Summang.

Kepala Seksi Pendapatan alat berat Dinas PUPR Luwu, Andi Budi Matotorang ST, mengatakan, pihaknya berjanji akan memenuhi target PAD Rp800 juta pada pertengahan Desember 2020.  

“Saat ini memang pemasukan dari penggunaan alat berat baru mencapai Rp 245 juta. Tetapi ada banyak rekanan yang menyewa alat berat dinas PUPR Luwu yang sampai hari ini belum membayar. Kami berjanji akan kami tagih sehingga target Rp 800 juta yang diberikan bisa kami realisasikan,” kata Andi Budi.

Ia juga membeberkan jumlah alat berat yang saat ini dalam penguasaan dinas PUPR Luwu. (*)

Komentar

Berita Terkait