oleh

OPINI: Menakar Ruang ‘Rongkong’ di 2020

Oleh: Hendra Al Ghafur
(Ketua Rumah Demokrasi Tana Luwu)

Pasca pemilihan umum Tanggal 17 April 2019 yang menghasilkan 35 Anggota Legislatif Kabupaten Luwu Utara yang telah dilantik pada 27 Agustus 2019 membuat konstalasi Pillkada Luwu Utara makin menarik dicermati.

Jika kita mau mencoba menakar salah satu potensi yang ikut berperan dan mungkin cukup menentukan kemenangan di Pilkada 2020 di Lutra adalah keberadaan Suku Rongkong di Luwu Utara, Ada beberapa indikator mengapa suku Rongkong menjadi salah satu instrumen yang patut diberbincangkan dalam dinamika Pilkada Luwu Utara 2020.

  1. Sebaran penduduk.

Suku Rongkong berada di beberapa titik diantaranya, Kec. Tanalili, Bungadidi, beringin, Kapipe, bunga pati, dan patila, Kec. Bone Bone ada di banyuurip, dan Muktisari, Kec. Sukamaju ada di Katulungan, Kec. Mappedeceng Di Jalan Janda, Desa Benteng, Kec. Masamba ada di Laba, Kappuna, Kec. Malangke Barat ada di Desa Pabombong Kec. Baebunta ada di Salassa, Bumi Harapan. Kec. Sabbang ada di Marobo, Bakka, Kampung baru belum lagi yang ditempat lain di Luar Kecamatan Rongkong lainnya.

  1. Hasil Pemilu 2019

Dari sekian banyak tokoh Suku yang ikut bertarung di pemilu Tahun ini Rongkong mampu mendudukkan 3 perwakilan dari dapil yang berbeda (Dapil Timur dan Barat) untuk duduk di DPRD sehingga ini menjadi salah satu indikator mereka memiliki basis massa yang jelas, Berikut Tokoh Rongkong yang terpilih.

a. Drs. Basir.

Salah satu tokoh Rongkong yang terjun dipolitik adalah Drs. Basir yang pada proses pemilu (2014) sebelumnya merupakan perwakilan masyarakat di bagian timur Luwu Utara, Kec. Tanalili, Bone Bone dan Sukamaju dengan menggunakan partai Golkar dan pada pemilu 2019 ini memilih bertarung di dapil Baebunta, Sabbang, Rongkong dan Seko dengan hasil Suara terbesar sebanyak 3.090 Suara dari semua perolehan suara anggota DPRD yang terpilih.

b. Edwin Patundungi

Di dapil yang sama, (Baebunta, Sabbang, Rongkong, dan Seko) kembali terpilih Edwin Patundungi dari partai Hanura dengan perolehan suara 1.840.000.

c. H. Jisman

H.Jisman merupakan tokoh Rongkong yang terpilih sebagai anggota DPRD Luwu Utara 2019 dapil Tanalili, Bone Bone dan Sukamaju dengan perolehan suara 1.720 Suara Beliau merupakan pendatang baru serta merupakan perwakilan Rongkong secara kesukuan atau lebih tepatnya merupakan pengganti Basir setelah memilih pindah ke dapil 3 ini menandakan bahwa ada komunikasi yang kuat di Rongkong untuk mempererat strategi dan komunikasi menghadapi proses Demokrasi di Kab. Luwu Utara

  1. Arah Strategi 2025

Melihat konstalasi yang ada menghadapi Pilkada Luwu Utara 2020 dari sekian banyak suku ataupun komunitas yang ada di Luwu Utara hanya “Rongkong” yang siap mengisi dinamika tersebut. Di mana beberapa gerak sosial politik mencoba dibangun diantara peran keberadaan PT Jas Mulia yang sudah mengakar khususnya di wilayah dapil 2 meliputi Tanalili, Bone Bone dan Sukamaju dan secara umum di Kabupaten Luwu Utara yang notabenenya Pemilik Jas Mulia adalah Tokoh Rongkong.

Yang menarik adalah adanya deklarasi AKAR (Aliansi Keluarga Rongkong) bersatu pada tanggal 7 September 2019 di Baebunta dimana pemilik PT Jas Mulia Ibu Dewi dipilih sebagai Ketua Akar Bersatu

Secara kasat mata beberapa gerak sosial politik yang dibangun membuat pondasi keluarga Rongkong cukup kuat untuk diperhitungkan di Pilkada 2020. Belum lagi, jika kita mencoba mengaitkan siapa pelanjut ekstavet Luwu Utara Tahun 2025, dimana sebagaimana Asumsi sebagian masyarakat bahwa Bupati Luwu Utara lahir dari dukungan bagian barat atau bagian timur Luwu Utara.

Sehingga strategi Rongkong termasuk keberadaan Jas Mulia di bagian timur saat ini perlu diperhitungkan menyatukan bagian barat dan timur Luwu Utara. Diperkuat lagi dengan beberapa gerak sosial politik mencoba membangun komunikasi dengan tokoh muda di Luwu Utara dibagian Selatan (Malangke Raya) sehingga memungkinkan terciptanya formula segita dalam dinamika politik Luwu Utara. (**)

Komentar

Berita Terkait