oleh

Morowali Krisis Listrik, Ratusan Demonstran Desak Bupati dan DPRD Serius Carikan Solusi

MOROWALI, TEKAPE.co – Kabupaten Morowali belakangan ini mengalami krisis listrik.

Setiap malam dilakukan pemadaman bergilir. Hal itu membuat warga resah.

Pemadaman listrik secara bergilir yang terus terjadi di Morowali itu mengundang reaksi dari masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Morowali (AMMM).

Sekitar ratusan orang turun melakukan aksi unjuk rasa, di kantor Bupati Morowali dan DPRD Morowali.

Para demonstran, mengatakan, terhitung dari tanggal 26 Oktober 2020 sampai dengan bulan November 2021, PLN Bungku telah melakukan pemadaman listrik bergilir dalam kurun waktu 13 bulan, bahkan sampai detik ini pihak PLN Bungku belum juga bisa menyelesaikan masalah pada gangguan unit mesin di PLTD Bahoruru.

Dalam tuntutannya, AMMM secara tegas menuntut:

  1. PLN ULP Bungku segera melakukan perbaikan sistem kelistrikan di Kabupaten Morowali.
  2. Kami meminta hak konsumen terpenuhi seperti yang diatur pada pasal 29 UU No. 30 tahun 2009 tentang ketenaga listrikan.
  3. Bupati dan DPRD Morowali harus mengambil sikap yang jelas dan tegas terkait dampak kondisi listrik di Morowali serta melakukan pengawasan dan penuntasan terhadap pihak PLN ULP Bungku soal kelistrikan.
  4. Mendesak Pemda, PLN dan DPRD untuk menuntaskan krisis listrik yang terjadi di wilayah kepulauan Morowali.
  5. Jika dalam waktu satu minggu pemadaman listrik masih berlangsung maka kepala PLN ULP Bungku dicopot dari jabatannya dan kami akan melakukan aksi lanjutan dengan pendudukan kantor PLN sampai terealisasi.

Di hadapan para demonstran, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Bambang Soerodjo, mengapresiasi apa yang disuarakan dalam aksi yang dilakukan AMMM.

“Kami percaya dan mengerti bawasannya kalian adalah garda terdepan. Apa yang kalian suarakan hari ini adalah suatu yang baik untuk Morowali,” kata Asisnten I.

Dalam keterangannya, Asisten I atas nama pemerintah daerah Morowali, menyampaikan, akan mengawal apa keinginan kalian,apa keinginan masyarakat dan apa keinginan pemuda untuk bernegosiasi dengan PLN, dalam hal ini suatu badan resmi untuk menangani listrik.

Sampai hari ini, Pemda Morowali mengaku sudah bersusah payah menghadirkan listrik yang baik apakah itu dalam bentuk jaringan apakah dalam bentuk Mesin.

“Kalau ada yang menganggap Pemda Morowali tidak ada kepedulian itu adalah anggapan salah,” jelasnya.

Atas nama pemerintah Daerah Morowali Asisten I diakhir keterangannya menyatakan akan mengawal bersama sama.

“Kita bicarakan persoalan listrik bersama dengan PLN dan DPR selaku wakil rakyat,” katanya. (FD)

Komentar

Berita Terkait