Mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad Tewas, Elit Militer Iran Berguguran
JAKARTA, TEKAPE.co – Gelombang duka menyelimuti Iran setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam sejumlah titik strategis di Teheran.
Sejumlah tokoh penting dilaporkan gugur, memicu kesedihan sekaligus kemarahan publik di tengah eskalasi konflik yang terus memanas.
Media pemerintah Iran mengabarkan bahwa mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dilaporkan tewas dalam serangan rudal yang menyasar kawasan timur Teheran.
BACA JUGA: Balas Serangan AS-Israel, Iran Gempur Kota di Israel
Ahmadinejad, (69), disebut gugur bersama para pengawalnya setelah kediamannya menjadi target serangan yang dituding dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
Laporan resmi yang beredar menyebutkan, tiga pengawalnya, Mehdi Mokhtari, Mostafa Azizi dan Hassan Masjedi, ikut tewas dalam serangan tersebut.
Kantor berita keamanan Mashreq News menyatakan rudal menghantam area Narmak, wilayah yang berdekatan dengan rumah Ahmadinejad.
BACA JUGA: Khamenei Tewas Diserang AS-Israel, Putin: Ini Pelanggaran Hukum Internasional
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kerusakan di sekitar lokasi.
Ahmadinejad menjabat sebagai Presiden Iran pada 2005–2013. Ia dikenal luas sebagai tokoh dengan sikap konfrontatif terhadap Barat dan pendukung kuat program nuklir Iran.
Selama masa kepemimpinannya, ia kerap melontarkan pernyataan keras terhadap Israel dan berulang kali menyangkal Holocaust.
Pemilihan ulangnya pada 2009 memicu gelombang protes besar akibat tudingan kecurangan.
Setelah tak lagi menjabat, ia juga sempat bersitegang dengan faksi konservatif dan menjauh dari lingkar kekuasaan utama.
Kematian Ahmadinejad disebut menjadikannya sebagai salah satu tokoh paling senior yang gugur dalam rangkaian serangan terbaru, setelah sebelumnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan wafat akibat serangan udara yang menghantam kompleksnya.
Prosesi pemakaman Khamenei berlangsung di Teheran pada Minggu (1/3/2026).
Ribuan warga memadati jalan-jalan utama ibu kota sejak pagi hari untuk memberikan penghormatan terakhir.
Suasana duka nasional berubah menjadi gelombang emosi publik, dengan lautan manusia memenuhi area pemakaman sosok yang selama lebih dari tiga dekade menjadi figur sentral politik dan spiritual Republik Islam Iran.
Empat Jenderal Senior Ikut Gugur
Selain dua tokoh politik tersebut, empat komandan tinggi militer Iran juga dilaporkan tewas dalam operasi militer yang disebut sebagai “Epic Fury”.
1. Abdolrahim Mousavi
Mousavi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran sejak 13 Juni 2025, menggantikan Mohammad Bagheri yang sebelumnya gugur dalam serangan Israel.
Ia dikenal kerap melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat.
2. Mohammad Pakpour
Pakpour merupakan Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia ditunjuk menggantikan Hossein Salami yang gugur pada 2025.
Dalam karier militernya, ia terlibat dalam penumpasan pemberontakan Kurdi 1979 dan Perang Iran-Irak.
3. Aziz Nasirzadeh
Nasirzadeh menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran sejak Agustus 2024. Ia adalah veteran Perang Iran-Irak dan pilot F-14 bersertifikat.
Sempat dikabarkan gugur pada 2025, ia dipastikan tewas dalam serangan 28 Februari 2026.
4. Ali Shamkhani
Shamkhani adalah perwakilan Pemimpin Tertinggi di Dewan Pertahanan Tertinggi Iran serta mantan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi periode 2013–2023.
Ia juga pernah memimpin Angkatan Laut IRGC dan terlibat dalam pengawasan negosiasi Iran–Amerika Serikat. Sebelumnya, ia sempat terluka dalam serangan Israel pada Juni 2025.
Vahidi Ditunjuk Pimpin IRGC
Pasca gugurnya Pakpour, Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi diangkat sebagai Panglima Tertinggi baru IRGC.
Vahidi merupakan perwira senior Garda Revolusi yang pernah memimpin Pasukan Quds pada akhir 1980-an dan menjabat Menteri Pertahanan di era Presiden Ahmadinejad (2009–2013).
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang lebih rinci terkait kronologi lengkap serangan maupun jumlah total korban.
Namun, laporan dari media pemerintah Iran menegaskan bahwa serangan tersebut menargetkan sejumlah lokasi strategis di Teheran dan menewaskan tokoh-tokoh penting dalam struktur politik serta militer Iran.
Situasi di kawasan masih tegang, sementara dunia internasional menyoroti perkembangan konflik yang berpotensi memperluas ketidakstabilan di Timur Tengah.
(Ronald)





Tinggalkan Balasan