Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Mahasiswa Arsitektur UNM Digembleng di Benteng Somba Opu, Hadirkan Praktisi hingga Workshop Design Thinking

Mahasiswa Arsitektur Universitas Negeri Makassar mengikuti workshop design thinking dan bincang arsitektur di Benteng Somba Opu sebagai bekal menghadapi dunia kerja profesional. (ist)

MAKASSAR, TEKAPE.co – Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menunjukkan keseriusannya dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

Tak tanggung-tanggung, dua agenda strategis sekaligus digelar, yakni Workshop Design Thinking dan Bincang Arsitektur yang dipusatkan di kawasan bersejarah Benteng Somba Opu.

Workshop Design Thinking ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Arsitektur, Dr.techn. Andi Abidah, ST., MT, yang juga bertindak sebagai pemateri utama.

BACA JUGA: Arsitektur UNM Gelar Lomba Sketsa Rumah Adat di Benteng Somba Opu

Dia didampingi oleh tim dosen lingkup Program Studi Arsitektur UNM.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman mendalam terkait tahapan dan prosedur dalam proses desain arsitektur.

Pendekatan design thinking menjadi fokus utama guna melatih pola pikir kreatif, solutif, dan adaptif terhadap persoalan nyata di lapangan.

BACA JUGA: Pentas Seni Kolaboratif UNCP–SMKN 6 Palopo Jadi Ruang Ekspresi Generasi Muda

Tak berhenti di situ, Prodi Arsitektur UNM juga menggelar Bincang Arsitektur dengan menghadirkan praktisi profesional di bidangnya.

Kuliah tamu ini menghadirkan Principal Architect sekaligus CEO PT Canthyka Bangun Karsa, Muhammad Lottong Makkaraka, sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, ia berbagi pengalaman praktis terkait dunia kerja arsitektur, mulai dari proses desain, tantangan proyek, hingga pentingnya kesiapan soft skill bagi mahasiswa sebelum terjun ke industri.

Ketua Prodi Arsitektur UNM, Andi Abidah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia profesional.

“Mahasiswa harus dibekali bukan hanya teori, tetapi juga pengalaman dan wawasan praktis agar mampu menjawab tantangan dunia kerja,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami alur kerja desain secara komprehensif, sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan problem solving yang menjadi kunci utama di bidang arsitektur.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini