oleh

Lahir Dari Keluarga Guru, NH Minta Fraksi Golkar Kawal Program Kesejahteraan Guru Honorer

MAKASSAR, TEKAPE.co – Hari guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November, tentunya punya makna besar bagi siapa saja yang mengenang jasa para guru.

Tidak terkecuali Nurdin Halid (NH), seorang tokoh politik Golkar yang dibesarkan dari keluarga guru.

Ayahnya, almarhum Andi Abdul Halid yang biasa dipanggil ‘Tang (tuan) Guru Halid’ merupakan Guru generasi 1960-1980 di Bone, Sulawesi Selatan.

Nurdin Halid mengaku masih mengingat pesan mendiang ayahnya yang selalu jadi motivasinya.

“Ayah saya dulu berpesan, jangan pernah merasa rendah diri, meskipun engkau hanya anak seorang guru. Jika kelak engkau berhasil, jangan pernah melupakan bahwa engkau anak seorang guru. Dan, karena orang tuamu seorang guru, maka perlakukanlah semua guru sebagai orang tuamu,” kenang NH.

Tak luput, NH kembali mengingat perjuangan ayahnya yang bisa menyekolahkan dirinya dan 10 saudaranya yang lain hingga mendapat gelar sarjana dari gaji yang pas-pasan.

“Kadang-kadang gaji ayah saya hanya bertahan sampai pertengahan bulan. Waktu itu ibu saya coba mensiasati dengan hasil tani supaya semuanya bisa cukup,” ungkapnya.

NH tak lupa memberikan semangat kepada semua anak guru di Indonesia untuk senantiasa berjuang, tidak rendah diri dan terus mengukir prestasi di bidang yang ditekuni.

NH juga menitipkan pesan kepada semua guru agar selalu menjadi sumber inspirasi anak didiknya, mendidik dan mengajar demi menciptakan generasi cerdas berakhlak mulia.

“Kita kasi support juga kepada semua guru yang kita cintai dan hormati, selamat hari guru, semoga kesehatan dan kebijaksanaan selalu menyertai,” jelas NH yang saat ini menjabat Ketua DPD 1 Golkar Sulsel.

Terakhir, NH juga mengaku akan meminta fraksi Golkar mengawal program-program yang bisa meningkatkan kesejahteraan guru, terutama guru honorer yang sampai saat ini masih banyak membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. (rilis)

Komentar

Berita Terkait