Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Kolaborasi Pemkab Lutim–PT Vale, Program Satu Desa Satu Ambulans Disiapkan Perkuat Layanan Kesehatan Hingga Pelosok

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam pada safari Ramadan Pemkab Lutim di Malili. (hms)

MALILI, TEKAPE.coPemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai mematangkan program layanan kesehatan berbasis desa melalui skema Satu Desa Satu Ambulans.

Program yang menjadi bagian dari inovasi layanan Garda Sehat ini dijalankan melalui kolaborasi dengan PT Vale Indonesia.

Sinergi tersebut menjadi contoh upaya penyelarasan antara program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Luwu Timur.

Komitmen itu mengemuka saat kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di beberapa kesempatan.

Head of External Relations PT Vale Blok Sorowako, Yusri Yunus, menjelaskan bahwa rencana penyelarasan program CSR dengan RPJMD telah dikonsultasikan langsung ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurutnya, pemerintah pusat memberi ruang agar program tanggung jawab sosial perusahaan dapat disesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah.

“Kami bersama Bupati sudah konsultasi ke Kementerian ESDM. Ada ruang untuk menyesuaikan program CSR dengan RPJMD kabupaten,” kata Yusri.

Ia menyebutkan, dalam waktu dekat PT Vale dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur akan kembali melakukan pembahasan teknis untuk memetakan program prioritas yang bisa didukung melalui CSR, sekaligus memastikan tidak terjadi tumpang tindih kegiatan.

Tahap Awal 37 Ambulans

Salah satu program prioritas yang disiapkan adalah Garda Sehat, layanan kesehatan bergerak yang menempatkan ambulans di setiap desa.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengatakan pada tahap awal sebanyak 37 unit ambulans akan disalurkan sebagai proyek percontohan di sejumlah desa.

“Program ini kami jalankan bersama PT Vale melalui CSR dan menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah,” ujar Irwan.

Setiap unit ambulans tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan rujukan pasien, tetapi juga menjadi pusat layanan kesehatan bergerak.

Ambulans tersebut akan dilengkapi sopir, bidan, dan perawat yang secara aktif mendatangi masyarakat di desa-desa untuk memberikan layanan kesehatan dasar.

Konsep ini diharapkan mampu mengubah pola pelayanan kesehatan yang selama ini cenderung menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

“Jadi tenaga kesehatan yang akan mendatangi masyarakat. Warga yang sakit tidak perlu lagi repot ke puskesmas atau rumah sakit,” jelas Bupati Irwan.

Mendekatkan Layanan Medis

Program ini juga akan diperkuat dengan layanan dokter spesialis keliling yang melibatkan RS Inco Sorowako dan RSUD I Lagaligo Wotu.

Dokter spesialis tersebut akan turun langsung ke wilayah terpencil untuk memberikan pemeriksaan maupun konsultasi medis bagi masyarakat.

Skema ini dinilai penting untuk mengatasi kendala geografis yang selama ini membuat sebagian warga harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan dokter spesialis.

Pemerintah daerah berharap kehadiran ambulans desa dan layanan medis keliling dapat mempercepat penanganan pasien sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat desa.

Didukung Layanan BPJS Gratis

Bupati Irwan menambahkan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.

Ia menyebutkan, program jaminan kesehatan melalui BPJS di Luwu Timur saat ini telah menjangkau seluruh masyarakat dan mendapat pengakuan di tingkat nasional karena layanan kesehatan diberikan secara gratis.

“Alhamdulillah, pelayanan BPJS kita mendapat peringkat nasional karena seluruh masyarakat sudah mendapatkan layanan kesehatan secara gratis,” ujarnya.

Untuk itu, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah agar tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait biaya pelayanan kesehatan di fasilitas milik pemerintah.

“Saya sudah tekankan kepada kepala puskesmas dan direktur rumah sakit, tidak boleh lagi ada pembayaran, bahkan satu rupiah pun, bagi masyarakat dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Penyelarasan program CSR dengan RPJMD dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat efektivitas pembangunan daerah.

Melalui pola kolaborasi ini, pemerintah daerah dapat memastikan dukungan dunia usaha benar-benar menyasar sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Jika berjalan sesuai rencana, program Satu Desa Satu Ambulans tidak hanya mempercepat penanganan pasien di tingkat desa, tetapi juga menjadi model pelayanan kesehatan yang lebih cepat, gratis, dan dekat dengan masyarakat di Luwu Timur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini