Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Inflasi Luwu Timur Terkendali di Tengah Ancaman El Nino, BPS Catat 2,34 Persen

Infografis (ai/tekape.co)

MALILI, TEKAPE.co – Di tengah ancaman El Nino yang berpotensi menekan produksi dan pasokan pangan, inflasi Kabupaten Luwu Timur masih relatif terkendali.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Luwu Timur sebesar 2,34 persen pada Agustus 2026.

Angka tersebut menunjukkan stabilitas harga di Luwu Timur masih terjaga, meski tantangan terhadap sektor pangan dan distribusi komoditas tetap perlu diantisipasi.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Kabupaten Luwu Timur yang dirilis 1 September 2026, Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 113,05, naik dari 110,47 pada Agustus 2025.

Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Luwu Timur justru mengalami deflasi sebesar 0,43 persen. Adapun inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) tercatat sebesar 2,48 persen.

Kondisi ini menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi, terutama dalam menghadapi potensi gangguan produksi pertanian dan pasokan pangan akibat perubahan iklim.

Ancaman El Niño perlu menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian, ketersediaan komoditas pangan, hingga kelancaran distribusi.

Karena itu, upaya menjaga stabilitas harga tidak cukup hanya dilakukan melalui pemantauan pasar, tetapi juga membutuhkan penguatan ketahanan pangan dari sisi produksi hingga distribusi.

Sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci untuk menjaga ketersediaan pasokan, memastikan kelancaran distribusi, serta mempertahankan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Data BPS juga memperlihatkan dinamika harga sejumlah komoditas yang perlu menjadi perhatian. Pada Agustus 2026, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tahunan sebesar 0,66 persen dengan andil 0,29 persen terhadap inflasi umum.

Di sisi lain, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi sebesar 4,24 persen dengan andil 0,54 persen.

Sementara kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi 5,74 persen dengan andil 0,42 persen.

Adapun kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tahunan tertinggi, yakni 6,59 persen, dengan andil sebesar 0,35 persen.

Meski inflasi masih terkendali, kewaspadaan tetap diperlukan agar tekanan harga tidak meningkat, khususnya pada komoditas pangan yang berpengaruh langsung terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Ke depan, penguatan program ketahanan pangan, pemantauan harga secara berkala, serta koordinasi lintas sektor diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.

Dengan mempertahankan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, petani, distributor, dan seluruh pemangku kepentingan, stabilitas inflasi di Luwu Timur diharapkan terus terjaga di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi. (up)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini