Ikan Butini Matano Jadi Maskot Luwu Timur, Bawa Identitas Baru ke Porprov 2026
MALILI, TEKAPE.co — Atmosfer baru mulai terasa jelang Porprov Sulawesi Selatan 2026. Bukan sekadar kesiapan atlet, Luwu Timur kini tampil dengan identitas yang lebih kuat melalui kehadiran maskot resmi bernama Butini Matano atau Buno.
Buno bukan maskot biasa. Karakter ini lahir dari inspirasi ikan butini (glossogobius matanensis), spesies endemik yang hanya hidup di perairan Danau Matano.
Pilihan ini menjadi langkah simbolik untuk membawa kekayaan hayati daerah ke panggung olahraga tingkat provinsi.
Desain Buno merupakan karya kreatif Reza Vahlevy yang keluar sebagai juara pertama dalam sayembara maskot yang digelar oleh KONI Luwu Timur.
Sementara posisi kedua dan ketiga masing-masing diraih Fahruddin Jaris dan Riski Ahmad.
Ketua KONI Luwu Timur, Herawan Raditya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, baik kategori maskot maupun kostum.
Dia memastikan penyerahan hadiah akan dilakukan pada rapat kerja anggota KONI tahun 2026.
“Partisipasi masyarakat dalam sayembara ini menunjukkan dukungan besar terhadap kemajuan olahraga daerah. Kami berharap doa dan dukungan terus mengalir agar Luwu Timur bisa meraih prestasi terbaik,” ujarnya.
Tak hanya berhenti sebagai simbol olahraga, Buno juga diproyeksikan sebagai alat promosi daerah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Luwu Timur, Andi Tabacina Akhmad, menilai pemilihan ikan endemik sebagai maskot adalah langkah strategis untuk memperkenalkan potensi wisata.
Menurutnya, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mengangkat daya tarik Danau Matano ke publik yang lebih luas.
Selain maskot, sayembara juga menetapkan desain kostum resmi kontingen. Karya Wildam keluar sebagai juara pertama, disusul Hartobim di posisi kedua dan Muh Azka Arwin di posisi ketiga.
Panitia menyiapkan hadiah dengan total jutaan rupiah, yakni Rp5 juta untuk juara pertama, Rp3 juta untuk juara kedua, dan Rp2 juta untuk juara ketiga di masing-masing kategori.
Dengan hadirnya Buno, Luwu Timur tak sekadar datang sebagai peserta di Porprov XVIII Wajo-Bone 2026. Mereka membawa cerita, identitas, dan kekayaan alam yang siap dikenalkan ke seluruh Sulawesi Selatan. (*)





Tinggalkan Balasan