Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Harga Gas Melon di Palopo Capai Rp 40 Ribu, Warga Kritik Pengawasan Pemerintah

ILUSTRASI: Kelangkaan elpiji 3 kilogram dikeluhkan warga Kota Palopo karena harga di pengecer melonjak hingga Rp 40 ribu per tabung.

PALOPO, TEKAPE.co – Warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Selain sulit didapatkan, harga gas melon di tingkat pengecer juga melonjak hingga Rp 40 ribu per tabung.

Kelangkaan tersebut dikeluhkan warga di sejumlah wilayah di Kota Palopo.

BACA JUGA: Petani Sawit Menjerit, Ketua APKASINDO Sulsel Disorot karena Dinilai Tak Bergerak

Masyarakat mengaku harus berkeliling mencari elpiji 3 kilogram karena stok di pangkalan maupun pengecer cepat habis.

Salah seorang warga Palopo, Rahmawati (32), mengatakan kondisi ini sangat memberatkan masyarakat kecil, terutama pelaku usaha rumahan dan warga yang bergantung pada gas subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

“Biasanya masih gampang didapat dengan harga sekitar Rp 20 ribuan sampai Rp 25 ribu. Sekarang susah sekali dicari, kalaupun ada di pengecer harganya sampai Rp 40 ribu,” kata Rahmawati, Kamis (28/5/2026).

BACA JUGA: Jelang Idul Adha 2026, Warga Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Sulit Didapat

Menurut dia, pemerintah seharusnya segera turun tangan mengatasi kelangkaan tersebut agar harga tidak terus melonjak di tingkat pengecer.

“Kasihan masyarakat kecil. Pemerintah harus serius mengawasi distribusi elpiji supaya tidak langka begini. Jangan sampai rakyat terus yang jadi korban,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang mengaku harus membeli elpiji dengan harga tinggi karena kebutuhan memasak di rumah tidak bisa ditunda.

Warga menduga kelangkaan dipicu distribusi yang tidak lancar serta minimnya pengawasan di lapangan.

Mereka berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera melakukan sidak ke pangkalan dan pengecer.

Selain itu, masyarakat meminta agar distribusi gas subsidi benar-benar tepat sasaran sehingga tidak terjadi penimbunan maupun permainan harga di tingkat pengecer.

Hingga kini, kondisi kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kota Palopo masih dikeluhkan warga.

Masyarakat berharap pasokan segera normal dan harga kembali stabil sesuai ketentuan pemerintah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini