Dua Bocah Hanyut di Sungai Walanae Wajo, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian
WAJO, TEKAPE.co – Dua anak laki-laki dilaporkan hanyut di aliran Sungai Walanae, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis sore, 28 Mei 2026.
Hingga malam hari, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap kedua korban.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Paddupa, Kelurahan Paddupa, Kecamatan Tempe, sekitar pukul 15.00 Wita. Kedua korban masing-masing berinisial A, 13 tahun, dan F, 11 tahun.
BACA JUGA: Polisi Ungkap Kebiasaan Pelaku Pembunuhan Siswi SD di Makassar Sebelum Beraksi
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, Andi Hasanuddin, membenarkan insiden tersebut.
“Betul, kejadian sekira pukul tiga sore tadi, dua bocah tenggelam di Sungai Walannae,” kata Andi Hasanuddin.
Menurut dia, sebelum kejadian, enam anak diketahui datang bersama untuk mandi di sungai. Kedua korban kemudian berenang hingga ke bagian tengah aliran sungai.
BACA JUGA: Polisi Ringkus 5 Pelaku Pengeroyokan di Bulukumba, Korban Ditusuk Gunting
“Peristiwa bermula saat enam anak datang mandi bersama di aliran Sungai Walennae, termasuk kedua korban,” ujarnya.
Namun derasnya arus membuat kedua anak itu kesulitan mengendalikan diri hingga akhirnya terseret arus.
“Saat sedang mandi, kedua korban memberanikan diri berenang sampai ke area tengah sungai. Namun, derasnya arus membuat keduanya kehilangan kendali dan terseret,” tutur Andi Hasanuddin.
Rekan korban sempat melihat keduanya terbawa arus sejauh sekitar 150 meter dari lokasi awal sebelum akhirnya hilang dari permukaan air.
“Sempat dilihat rekan lainnya sekira 150 meter dari lokasi awal, terbawa arus sangat deras dan kemudian hilang dari permukaan air,” katanya.
Saat ini, pencarian masih dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan personel BPBD bersama warga sekitar lokasi kejadian. Posko pencarian juga telah didirikan di sekitar bantaran sungai.
“Kami turunkan puluhan personel gabungan melakukan pencarian sembari membangun posko di sekitar lokasi,” ucapnya.
Selain melakukan penyisiran sungai, petugas juga mengumpulkan data awal dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk menentukan titik pencarian.
“Terlebih dahulu kami kumpulkan data, mengambil keterangan saksi dan memetakan titik awal koordinat terakhir. Water rescue dan perlengkapan lainnya juga diturunkan,” kata Andi Hasanuddin. (*)






Tinggalkan Balasan