oleh

DPRD Luwu Akui Telah Bertahun-tahun Warga Bosso Dijanji Pengaspalan

LUWU, TEKAPE.co – Anggota DPRD Luwu merespon keluhan masyarakat Linkungan Pusun Kelurahan Bosso, Kecamatan Walenrang Utara (Walut) Kabupaten Luwu.

Aksi protes dengan menanam pohon kelapa dan pinang di tengah jalanan itu, dilakukan lantaran truk perusahaan pengangkut aspal dan sirtu merusak jalanan di wilayah itu.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Luwu, Erwin Barabba, mengatakan masyarakat sebenarnya tidak mempersoalkan hal tersebut, selama pengaspalan itu dilaksanakan, tapi sudah bertahun-tahun warga dijanji tidak dilaksanakan.

“Sebenarnya masyarakat tidak mempersoalkan selama realisasi pengaspalan itu dilaksanakan. Sudah berapa tahun dijanjikan, tapi tidak terealisasi. Kenapaa masyarakat tanam pinang, paling tidak sebagai bentuk aspirasi masyarakat ke pemerintah,” ujarnya, Selasa 05 Oktober 2019.

Erwin mengaku, dirinya sudah menyampaikan hal ini kepada masyarakat untuk melakukan pertemuan, tapi hanya terus dijanji.

“Saya sudah komunikasikan ke teman-teman untuk ke sana, tapi dijanji terus. Saya bersama teman-temn DPRD komisi III akan turun melihat itu,” jelasnya.

BACA JUGA:
Jalanan Rusak Akibat Truk Perusahaan, Warga Bosso Tanam Pohon Kelapa dan Pinang di Tengah Jalan

Untuk diketahui, truk dua perusahaan itu setiap hari melewat jalanan itu, dari pabrik sirtu dan aspal yang diambil di Linkungan Padang Kelurahan Bosso.

Truk itu mengambil aspal dan sirtu dari perusahaan milik PT Panel utama (PU) dan PT SMS.

Warga protes karena jalanan yang dilewati sudah rusak.

Juga debu yang diakibatkan dari lalulalang truk itu tersebut. (ham)

Komentar

Berita Terkait