Dosen UNCP Hadirkan WebGIS SIKAVALTA, Penyuluh Pertanian Kini Bisa Hitung Kerugian Lebih Cepat
MANGKUTANA, TEKAPE.co – Tim Penelitian Dosen Pemula Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) memperkenalkan aplikasi berbasis WebGIS bernama SIKAVALTA kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur.
Kegiatan yang berlangsung pada Juni 2026 tersebut tidak hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga pendampingan teknis dan evaluasi sistem bersama para pengguna.
Melalui kegiatan ini, penyuluh diajak mencoba langsung fitur-fitur aplikasi untuk menghitung nilai ekonomi lahan pertanian yang terdampak serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) maupun bencana hidrometeorologi.
BACA JUGA: UNCP Lepas 96 Lulusan Informatika, Nirsal: Yudisium Awal Mengabdi di Masyarakat
Selama ini, proses penaksiran kerugian ekonomi sektor pertanian di Luwu Timur masih dilakukan secara manual. Metode tersebut dinilai membutuhkan waktu lebih lama, berpotensi menimbulkan kesalahan perhitungan, serta dapat memperlambat proses administrasi, termasuk penyaluran bantuan pemerintah dan pengajuan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti UNCP mengembangkan SIKAVALTA (Sistem Kalkulator Valuasi Lahan Tani), sebuah aplikasi WebGIS yang mampu mengubah data kerusakan lahan menjadi estimasi nilai kerugian ekonomi secara otomatis.
Sistem ini dapat diakses melalui komputer maupun telepon pintar melalui laman sikavalta.projectgisuncp.com.
BACA JUGA: Inovasi Dosen UNCP untuk Petani Pesisir, Alat Panen Rumput Laut Siap Dipatenkan
Dalam penggunaannya, penyuluh cukup menggambar batas lahan pada peta digital. Selanjutnya, sistem akan menghitung luas lahan beserta koordinatnya secara otomatis.
Setelah pengguna menentukan jenis komoditas, seperti padi atau kelapa sawit, serta fase pertumbuhan tanaman, aplikasi langsung menghitung nilai ekonomi berdasarkan model perhitungan yang telah disusun tim peneliti.
Untuk tanaman yang telah memasuki masa panen, nilai ekonomi dihitung menggunakan rumus NE = L × Y × P, sedangkan tanaman yang masih dalam fase pertumbuhan menggunakan rumus NE = L × K × Hb.
Hasil penghitungan berupa estimasi laba bersih maupun kerugian akibat banjir, longsor, atau puting beliung dapat ditampilkan secara instan dan diekspor ke dalam format PDF maupun Excel sebagai dokumen pendukung laporan.
Pada sesi praktik, para penyuluh didampingi langsung oleh tim peneliti bersama dua mahasiswa Program Studi Informatika UNCP.
Mereka mempraktikkan proses digitasi lahan hingga menghasilkan laporan valuasi ekonomi menggunakan aplikasi tersebut.
Pendampingan ini bertujuan memastikan setiap pengguna memahami alur pengoperasian sistem secara mandiri, mulai dari penginputan data hingga penyusunan laporan.
Selain sosialisasi dan pelatihan, tim juga melakukan tahap uji validitas dengan meminta masukan dari para penyuluh sebagai calon pengguna utama aplikasi.
Berbagai aspek menjadi bahan evaluasi, mulai dari kemudahan penggunaan, kelengkapan pilihan komoditas, hingga format laporan yang dihasilkan agar sesuai dengan kebutuhan di tingkat Balai Penyuluhan Pertanian.
Validasi juga dilakukan melalui pengecekan langsung di lapangan untuk membandingkan hasil digitasi dengan kondisi sebenarnya. Proses tersebut melibatkan penyuluh pertanian, di antaranya Sunarseh, S.Pt., M.P., guna memastikan akurasi data yang dihasilkan aplikasi.
Pengembangan SIKAVALTA merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu di lingkungan Universitas Cokroaminoto Palopo. Tim dipimpin oleh Rusmala, S.Kom., M.Kom., yang bertanggung jawab pada pengembangan sistem, basis data, integrasi peta digital, dan pengelolaan server.






Tinggalkan Balasan