Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Dorong Ekonomi Desa, Bupati Morowali Utara Salurkan Bantuan Usaha ke Warga Soyojaya

Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menyerahkan secara simbolis Bantuan Keuangan Khusus (BKK) berupa peralatan usaha kepada kelompok penerima manfaat di Balai Desa Pancamakmur, Kecamatan Soyojaya, Kamis (5/3/2026).

SOYOJAYA, TEKAPE.co – Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) berupa peralatan usaha kepada sejumlah kelompok penerima manfaat di Kecamatan Soyojaya. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Balai Desa Pancamakmur, Kamis (5/3/2026) sore.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan desa sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan kelompok usaha produktif.

Dalam sambutannya, Delis mengatakan program BKK dirancang untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat desa dengan memberikan dukungan peralatan yang dapat langsung digunakan untuk menjalankan usaha.

“Program BKK ini kita jalankan untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Melalui bantuan peralatan usaha, kelompok-kelompok ekonomi produktif dapat berkembang dan membuka peluang pendapatan baru bagi keluarga,” kata Delis.

Ia menjelaskan, sejak diluncurkan beberapa tahun lalu, program tersebut telah menjangkau ribuan kelompok usaha masyarakat di Morowali Utara.

Berdasarkan data pemerintah daerah, hingga saat ini sebanyak 1.658 kelompok usaha telah menerima dukungan melalui program tersebut.

Kelompok-kelompok itu bergerak di berbagai sektor, seperti jasa katering, penyewaan tenda dan kursi, sound system, usaha menjahit, pembuatan kue, hingga jasa pertukangan.

Menurut Delis, keberadaan kelompok usaha tersebut telah ikut menggerakkan perekonomian masyarakat desa.

Ia juga menyebutkan bahwa berbagai program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan di Morowali Utara terus mengalami penurunan. Dari sekitar 15 persen pada 2022 kini turun menjadi sekitar 10 persen. Artinya ribuan warga sudah berhasil meningkatkan taraf hidupnya,” ujarnya.

Selain penurunan angka kemiskinan, Delis menyebut tingkat ketimpangan pendapatan di Morowali Utara juga termasuk yang paling rendah di antara 13 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah.

Meski demikian, ia mengakui pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat yang nilainya mencapai lebih dari Rp350 miliar.

Kondisi tersebut membuat ruang fiskal daerah menjadi lebih terbatas.

Namun, menurut Delis, pemerintah daerah tetap berupaya mempertahankan program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Walaupun kondisi keuangan daerah sedang berat karena pemangkasan anggaran, kami tetap berkomitmen mempertahankan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Morowali Utara, Andi Parenrengi, menjelaskan bahwa program BKK telah berjalan sejak 2022 dan saat ini memasuki tahun keempat pelaksanaannya.

Ia mengatakan, pada 2025 program tersebut diperkuat melalui skema Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan yang tidak hanya mendukung pembentukan kelompok usaha baru, tetapi juga pengembangan usaha yang sudah berjalan.

Di Kecamatan Soyojaya sendiri tercatat telah terbentuk 138 kelompok usaha ekonomi produktif sejak 2020. Kelompok tersebut terdiri dari kelompok perempuan, pemuda, serta kelompok usaha masyarakat lainnya.

Selain untuk pengembangan usaha, sebagian anggaran BKK juga digunakan untuk perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal yang jumlahnya telah mencapai puluhan ribu orang di Morowali Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini