oleh

Diseleksi Ketat, SMPN 2 Bumi Raya Terpilih Sebagai Sekolah Pengimbas STEM di Morowali

MOROWALI, TEKAPE.co – Tantangan masa depan di era disrupsi, dalam dunia pendidikan dan pembelajaran harus, dihadapi dengan inovasi tiada henti.

Salah satu inovasi yang direkomendasikan dengan kuat (strongly recomend) adalah pembelajaran STEM (Sains, Teknologi, Enginer, Mathematic).

Pembelajaran STEM ini memang menjadi komponen utama dari literasi dasar untuk memenuhi tuntutan belajar, tuntutan hidup maupun keterampilan hidup di abad ke-21.

Pembelajaran STEM, sudah mulai diimplementasikan di SMPN 2 Bumi Raya Morowali. Melalui seleksi di tingkat nasional yang ketat, SMPN 2 Bumi Raya Kabupaten Morowali terpilih sebagai sekolah pengimbas STEM bagi guru-guru di SMPN 2 Bumi Raya, maupun kepada 10 SMP tetangga, yang selanjutnya disebut dengan istilah NUCLEI SCHOOL.

Tim STEM SMPN 2 Bumi Raya, Hikma KL SPd, bersama Hamzah Ramdani, sangat antusias menggerakkan STEM ini di sekolahnya dan sekolah tetangga.

Program STEM itu sendiri merupakan program kolaborasi antara P4TK Matematika, P4TK IPA, ALSI (ICLI), Meris STEM NIE Singapore dan TAMASEK Singapore.

“Program ini keren dan bereputasi Internasional. Jadi, terpilih sebagai School Nuclei merupakan kebanggan tersendiri,” jelas Kepala SMPN 2 Bumi Raya, Kecamatan Bumi Raya Kabupaten Morowali, Hikma KL S.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, praktek pembelajaran STEM ini telah dilaksanakan dengan pola Lesson Study as Learning Commujity (LSLC), dimana langkah langkahnya meliputi open plan, open lesson, and reflection.

“Semuanya serba terbuka, baik dalam merencanakan, melaksanakan maupun refleksi. Terbuka untuk dicermati, diberi masukan dan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Pendamping Akademik STEM NUCLEI School, Nurwidodo, menambahkan, STEM ini adalah praktek pembelajaran tanpa sekat, yang memungkinkan penjaminan kualitas pembelajaran menjadi teraktualisasikan dan terpublikasikan secara terbuka.

“Salut atau apresiasi yang tinggi kita sampaikan kepada seluruh civitas SMPN2 Bumi Raya, Hikma, sebagai kepala sekolah, bersama Hamzah Ramdani sebagai Guru Model, staf guru, guru tetangga sebagai Observer dan siswa siswinya yang telah mendukung dengan sepenuhnya inovasi prmbelajaran dalam bentuk STEM dengan platform LSLC ini. Dengan program ini maka hakikat sebagai SEKOLAH PENGGERAK menjadi lebih ber reputasi,” ujarnya.

STEM, kata Nurwidodo, memiliki unsur conten yang bersifat quadro terintegrasi. Berpendekatan enginer design process (EDP) dan berorientasi pada inquiry, discovery dan kolaborasi, dimana problem solving menjadi kepentingan utama pada misi pembelajarannya.

Perencanaan, pelaksanaan dan refleksi pembelajaran yang cenderung lebih complex ketimbang pembelajaran konvensional tersebut telah dilangsungkan dengan sukses oleh Tim Stem Nuclei selama SIKLUS PERTAMA. Kesuksesan di sillus pertaman ini akan menjadi modal penting untuk memasuki siklus berikutnya.

Program school nuclei ini direncanakan akan berlangsung selama 4 siklus kedepan. Dengan durasi 4 siklus ini sangat diharapkan pembentukan mindset STRM, LSLC, dan Sekolah Penggerak mengalami keterpaduan dan keserasian sehingga produktivitas dan efektifitas ketiganya mendapatkan penguatan (re-sureksi).

Pada siklus pertama yang berlangsung di hari jumat tanggal 25 Maret kemarin telah mengimplementasikan STEM dengan KD Permasalahan Lingkungan. Kelas yang dibelajarkan adalah kelas Sudirman 9.

Siswa tampak aktif dan semangat mengikuti pembelajaran STEM ini. Banyak komentar positif muncul dari siswa, seperti pengakuan siswa termotivasi untuk melestarikan hutan sebagai solusi atas permasalahan lingkungan, seperti banjir yang sering melanda.

Banyak komentar positif lainnya datang dari siswa yang kontributif untuk mengatasi masalah lingkungan. Semuanya ini merupakan praktek baik yang perlu disebarluaskan melalui guru, kepala sekolah dan sekolah PENGGERAK sebagaimana SMPN 2 Bumiraya Morowali. (*)

Laporan : Nurwidodo
*Pendamping Akademik STEM NUCLEI School

Komentar

Berita Terkait