Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Genjot Jalan Sungai Raya–Gajah Mentah, Rp4,7 Miliar Dikucurkan

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, turun langsung meninjau pengerjaan ruas jalan Sungai Raya–Gajah Mentah. (ist)

ACEH TIMUR, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mulai menggarap ruas jalan Sungai Raya–Gajah Mentah.

Pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,35 kilometer ini menjadi salah satu upaya pemerintah membuka akses wilayah yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, turun langsung meninjau dimulainya pekerjaan tersebut.

Tahap pertama pembangunan jalan itu menelan anggaran sekitar Rp4,7 miliar. Pekerjaan awal mencakup pengerasan badan jalan sebelum masuk ke tahap pengaspalan.

Al-Farlaky mengatakan, pembangunan ruas tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari upaya pemerintah menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait akses transportasi dan distribusi hasil pertanian maupun potensi alam.

“Pembangunan jalan Sungai Raya–Gajah Mentah ini merupakan jawaban pemerintah atas keluhan masyarakat selama ini. Pembangunannya kita lakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, kita kucurkan anggaran sekitar Rp4,7 miliar,” kata Al-Farlaky, saat meninjau lokasi.

Ia menjelaskan, pekerjaan tahap awal mencakup pemasangan Base A sebagai bagian dari proses pengerasan jalan sebelum pengaspalan.

Selain badan jalan, Pemkab Aceh Timur juga membangun talud untuk memperkuat bahu dan struktur jalan. Pekerjaan talud saat ini telah mencapai sekitar 550 meter.

“Talud ini kita bangun untuk memperkuat struktur bahu jalan, sehingga jalan yang nantinya digunakan masyarakat memiliki konstruksi yang lebih kuat dan tahan lama,” ujarnya.

Al-Farlaky menilai peningkatan akses Sungai Raya–Gajah Mentah memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga.

Kawasan tersebut memiliki potensi hasil pertanian dan sumber daya alam yang cukup besar. Namun, potensi itu membutuhkan dukungan infrastruktur agar lebih mudah diakses dan hasil produksi masyarakat dapat dibawa ke pasar dengan lebih lancar.

Karena itu, pembangunan jalan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kualitas akses transportasi, tetapi ikut memangkas hambatan distribusi dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Wilayah Sungai Raya–Gajah Mentah ini memiliki potensi hasil alam yang cukup besar. Karena itu, dukungan infrastruktur jalan sangat penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan mendongkrak perekonomian di kawasan ini,” katanya.

Menurutnya, akses jalan yang lebih baik juga akan mendukung mobilitas masyarakat menuju fasilitas pendidikan serta berbagai aktivitas sosial dan ekonomi lainnya.

Di tengah pembangunan tersebut, Al-Farlaky meminta masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.

Ia menegaskan, kualitas pembangunan harus diikuti dengan kesadaran masyarakat dalam menggunakan dan merawat fasilitas publik.

“Pemerintah sudah berupaya membangun jalan. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaganya agar bisa bertahan lama dan terus difungsikan, terutama untuk mendukung masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dan hasil alam,” ujarnya.

Al-Farlaky menyebut luas wilayah Aceh Timur menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam mengejar pemerataan pembangunan.

Dengan kondisi geografis yang luas, pembangunan infrastruktur tidak bisa hanya bertumpu di pusat-pusat kawasan. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mengarahkan pembangunan hingga ke wilayah pelosok.

“Aceh Timur memiliki wilayah yang sangat luas. Karena itu, pemerataan pembangunan harus terus kita dorong agar infrastruktur dapat dirasakan masyarakat di berbagai pelosok,” pungkasnya. (Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini