Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Bantuan Pertanian Rp312 Miliar Mulai Dirasakan Petani Jember, Produktivitas Meningkat

Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat menjelaskan berbagai program bantuan pertanian yang telah disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Jember dalam kegiatan Pro Gus’e Update, Sabtu (6/6/2026). (ist)

JEMBER, TEKAPE.co – Berbagai bantuan sektor pertanian yang disalurkan pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Jember mulai memberikan dampak bagi petani di sejumlah wilayah.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Pro Gus’e Update bertajuk Rilis Bantuan Sektor Pertanian yang digelar di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Sabtu (6/6/2026).

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan, sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah karena memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA: Sempat Heboh, Polisi yang Aniaya Badut Jalanan di Tuban Akhirnya Minta Maaf

Menurut Fawait, pemerintah telah mengalokasikan berbagai program bantuan untuk petani selama periode 2025 hingga 2026 dengan total nilai mencapai sekitar Rp312 miliar.

Bantuan tersebut mencakup program Optimalisasi Lahan (Oplah), pembangunan dan perbaikan sarana irigasi, bantuan benih, hingga penyediaan alat dan mesin pertanian.

“Ini bentuk keseriusan pemerintah pusat dan Pemkab Jember dalam memperkuat sektor pertanian,” ujar Gus Fawait.

Sejumlah petani yang hadir dalam kegiatan tersebut turut menyampaikan pengalaman mereka setelah menerima bantuan pemerintah.

Perwakilan Kelompok Tani Teratai 2 dari Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, menyebut program Oplah membantu meningkatkan frekuensi tanam hingga tiga kali dalam setahun. Peningkatan intensitas tanam itu, kata dia, juga berdampak pada hasil produksi pertanian.

Sementara itu, Kelompok Tani Suka Maju di Kelurahan Baratan mengaku bantuan traktor roda empat membuat proses pengolahan lahan menjadi lebih cepat.

Sebelumnya, proses tanam membutuhkan waktu hampir satu pekan. Namun setelah adanya bantuan alat pertanian tersebut, pekerjaan dapat diselesaikan hanya dalam satu hari.

Selain meningkatkan produktivitas, sektor pertanian di Kabupaten Jember juga dinilai mulai menarik perhatian generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan pertanian.

Beberapa kelompok tani bahkan mulai memberikan ruang kepada anak muda untuk menjadi pengurus maupun anggota aktif kelompok tani.

“Kalau harga gabah tetap stabil, petani muda akan semakin banyak,” ungkap salah satu perwakilan kelompok tani.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Jember juga menyalurkan sejumlah bantuan alat dan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani di berbagai kecamatan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini