Anggaran MBG Rp270 Triliun Dievaluasi, BGN Akui Angkanya Kemahalan
JAKARTA, TEKAPE.co – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mengkaji ulang kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2027 yang sebelumnya diproyeksikan mencapai Rp270 triliun.
Nilai tersebut kini dianggap terlalu tinggi dan berpotensi berubah setelah pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sasaran penerima manfaat dan efektivitas pelaksanaan program.
Besarnya kebutuhan dana MBG kembali menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah menekan belanja negara.
BACA JUGA: Kejagung Bongkar Dugaan Bisnis Titik Dapur MBG, Ketua Yayasan Jadi Tersangka Baru
Anggaran ratusan triliun rupiah yang semula disusun berdasarkan target 81 juta penerima manfaat kini sedang dihitung ulang bersama Kementerian Keuangan.
Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari mengatakan, angka Rp270 triliun bukanlah angka final.
Menurut dia, proyeksi tersebut merupakan hasil perencanaan sebelumnya yang masih menggunakan asumsi jumlah penerima manfaat dalam skala sangat besar.
BACA JUGA: 11 Tahun Menanti Perbaikan, Siswa SDN Tlomar 2 Bangkalan Masih Belajar di Lantai Tanah
“(Anggaran) 2027 itu sekitar Rp270 triliun dengan asumsi penerima manfaat sekitar 81 juta. Tapi sekali lagi, itu diajukan oleh masa yang dulu,” kata Sari dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
BGN menilai ruang efisiensi masih terbuka lebar. Karena itu, lembaga tersebut bersama Kementerian Keuangan sedang menelaah ulang berbagai komponen pembiayaan agar kebutuhan dana program tidak membebani fiskal secara berlebihan.
“Sementara kami menganggap kalau kita melihat secara umum lah ya dari data yang ada, atau kalau kita bandingkan dengan RPJMN, itu kalau dibandingkan dengan RPJMN sebenarnya sudah jauh sekali lho, kalau RPJMN tuh nggak sampai segitu,” ujarnya.
Menurut Sari, pembahasan teknis mengenai kebutuhan anggaran baru akan terus dilakukan dalam beberapa pekan mendatang.
Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan pagu final sebelum pemerintah menyerahkan Nota Keuangan dan RAPBN 2027 kepada DPR.
“Nah, itu yang kami besok Jumat sampai minggu depan masih akan kami bahas sama Kementerian Keuangan,” ucap dia.
BGN juga mengakui bahwa angka Rp270 triliun belum mencerminkan kebutuhan riil setelah berbagai langkah efisiensi dan penyesuaian sasaran program dilakukan.
“Kemarin dengan DPR sudah sepakat, kami diberi waktu satu bulan untuk kami susun ulang lagi,” ujarnya.
“Jadi kalau ditanya sekarang, berapa Bu angka detailnya, kami belum bisa menyampaikan. Tapi angka itu lahir dari asumsi 81 juta penerima manfaat, Rp270 triliun. Itu masih kami anggap masih terlalu besar lah ya,” lanjut Sari.
Di tengah proses penyusunan ulang anggaran tahun depan, BGN juga mulai menerapkan sejumlah strategi penghematan pada pelaksanaan MBG tahun berjalan.






Tinggalkan Balasan