Tekape.co

Jendela Informasi Kita

2 Jenazah Korban KLM Nurul Salsa Teridentifikasi, 14 Penumpang Masih Dicari

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah yang diduga korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa usai ditemukan di perairan Pulau Mataalang, Laut Flores, Kabupaten Pangkep, Kamis (23/7/2026). Jenazah tersebut masih menjalani proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel. (Dok: Basarnas)

MAKASSAR, TEKAPE.co – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan kembali mengidentifikasi dua jenazah korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa.

Dengan perkembangan tersebut, hingga kini sebanyak tiga korban dipastikan meninggal dunia dan 14 penumpang lainnya masih dalam pencarian.

Dua korban yang berhasil diidentifikasi pada Kamis (23/7/2026) masing-masing bernama Hasriati (40) dan Bau Intang (50).

BACA JUGA: Dua Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa Dievakuasi ke Makassar

Keduanya ditemukan nelayan di perairan Kepulauan Selayar pada Selasa (21/7/2026), hari ketujuh operasi pencarian, sebelum dievakuasi Tim SAR Gabungan.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar Andi Sultan mengatakan hasil identifikasi itu menambah daftar korban yang telah dipastikan identitasnya.

“Total tiga penumpang sudah teridentifikasi, yakni Salmawati (34) yang ditemukan pada hari pertama tenggelamnya kapal, kemudian Hasriati (40) dan Bau Intang (50) yang ditemukan pada 21 Juli,” ujar Andi Sultan.

Data terbaru juga mengoreksi jumlah penumpang KLM Nurul Salsa. Berdasarkan hasil pendataan, kapal tersebut mengangkut 76 orang, bukan 78 orang sebagaimana informasi awal.

Dari total 76 penumpang, sebanyak 58 orang ditemukan selamat, tiga korban meninggal dunia telah teridentifikasi, satu jenazah masih dalam proses identifikasi, sedangkan 14 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang.

Korban pertama yang berhasil diidentifikasi adalah Salmawati (34), yang ditemukan meninggal dunia pada Rabu (15/7/2026), hari pertama setelah kapal tenggelam di perairan barat Pulau Polassi.

Sementara itu, satu jenazah lain yang ditemukan di perairan Pulau Matalaang, Kabupaten Pangkep, masih menjalani proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel.

Andi Sultan menegaskan proses identifikasi menjadi bagian penting dalam operasi kemanusiaan agar setiap korban dapat dipastikan identitasnya sebelum diserahkan kepada keluarga.

Tim SAR Gabungan, kata dia, juga terus melanjutkan pencarian dengan memusatkan penyisiran di sekitar Pulau Sabalana berdasarkan analisis pergerakan arus laut.

“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin hingga seluruh korban dapat ditemukan. Dukungan masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah pencarian, sangat membantu pelaksanaan operasi,” katanya.

Basarnas mengimbau masyarakat segera melapor ke Posko SAR Gabungan apabila menemukan korban maupun benda yang diduga berasal dari KLM Nurul Salsa.

Di sisi lain, empat penyintas yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD KH Hayyung Selayar telah dipulangkan ke Pulau Jampea pada Kamis (23/7). Mereka dijemput keluarga dan mendapat pengawalan dua personel Polres Selayar hingga tiba di kampung halaman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini