oleh

Video Kondisi Sulbar Pasca Diguncang Gempa 6,2 SR, Ribuan Warga Dilaporkan Mengungsi

MAMUJU, TEKAPE.co — Gempa berkekuatan 6,2 SR, memporak-porandakan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat dini hari, 15 Januari 2021, sekira pukul 02.28 Wita.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada pada lokasi L.99 LS-119.06 BT atau 17 Km Timur laut Majene – Sulbar) di Kedalaman 10 Km.

Dalam video yang didapat dari kiriman warga di Sulbar itu memperlihatkan sejumlah warga terebak dalam reruntuhan bangunan rumah.

Gedung pemerintahan di Sulbar juga diperlihatkan ambruk dan menimpa sejumlah kendaraan dinas.

Warga Mamuju, Arwin, yang dihubungi Tekape.co, mengatakan, warga saat ini banyak melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi, karena khawatir terjadi gempa susulan dan tsunami.

Warga juga memilih berada di luar rumah, karena khawatir gempa susulan.

Saat ini, dilaporkan sudah ada 5 ratusan korban gempa. 189 orang luka berat, 214 luka sedang, 234 luka ringan, dan 4 orang sementara dilaporkan meninggal dunia.

Ketua PSC 119 Palopo, dr Andi Fadly, yang tengah siap-siap ke lokasi bencana, mengatakan, berdasarkan laporan dari PSC 119 Provinsi Sulbar, saat ini korban sudah mencapai ratusan orang.

“Berdasarkan koordinasi dari PSC 119 Provinsi Sulbar, sudah ratusan korban dengan kategori, sebanyak189 orang luka berat, 214 luka sedang, 234 luka ringan, dan 3 orang meninggal dunia,” rincinya.

Saat ini, sudah ribuan warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Seperti di Kecamatan Malunda Kabupaten Majene, yang mengungsi yakni,
di Kelurahan Malunda, sebanyak 530 KK, Kelurahan Lamungan, 437 KK, Desa Kayuangin, 340 KK, Desa Lombong, 420 KK, Desa Lombong Timur, 292 KK, Desa Meksel 278 KK, Desa Mekkatta, 400 KK, Desa Bambangan 430 KK, Desa Lombang, 300 KK, Desa Lombang Timur, 274 KK, dan di Desa Salutahongan 320 KK.

Sementara data untuk pengungsi untuk wilayah Mamuju saat ini, khusus di Desa Kasambang Utara, sekitar 117 KK.

“Sebanyak 117 KK mengungsi semua, kemudian 1 orang lansia yang sempat diungsikan, karena sakit parah, atas nama Hj. Hadasia SPd,” jelas dr Fadly. (rindu)

Komentar

Berita Terkait