oleh

Sejumlah Daerah Diterjang Banjir Bandang, PRI Serukan Hentikan Pembalakan Hutan

MASAMBA, TEKAPE.co – Beberapa hari terakhir ini, bencana banjir bandang susul menyusul terjadi di penjuru negeri.

Hampir di waktu bersamaan, banjir bandang menerjang Kabupaten Parigi di Sulteng, disusul Kabupaten Luwu Utara di Sulawesi Selatan, dan Sorong Papua.

Selang beberapa hari kemudian, Timika Papua, Bolaang Mongondow Sulawesi Utara, dan Banggai Sulteng.

Banjir bandang kini seolah menjadi berita lumrah setiap hari, karena semakin sering terjadi di berbagai lokasi di kala musim penghujan datang, dengan daya rusak yang semakin besar dari waktu ke waktu.

Melihat hal itu, Para Relawan Indonesia (PRI) menilai, salah satu penyebab banjir bandang itu karena aktivitas pembalakan liar.

Untuk itu, ia menyerukan kepada seluruh pihak, untuk melakukan upaya maksimal terhadap upaya menekan terjadinya banjir bandang.

“Kami menengarai, salah satu sebab begitu banyaknya kejadian banjir bandang akhir-akhir ini, karena rusaknya alam kita, Salah satu penyebab utamanya adalah pembalakan hutan, untuk kepentingan pertambangan, pembukahan lahan pertanian, dan illegal logging,” ujar Direktur Eksekutif Para Relawan Indonesia, Muhammad Nur Rajadaeng, Selasa 4 Agustus 2020.

Untuk itu, kata dia, perlu kembali melestarikan hutan-hutan, dengan langkah pertama menghentikan seluruh aktifitas pembalakan hutan, apapun alasannya.

“Perlu ada ketegasan sikap dari pemerintah dan berbagai pihak terkait. Bila perlu para pelaku dihukum seberat-beratnya. Perilaku pembalakan hutan, mestinya berkategori kriminal berat, karena menyangkut keselamatan dan kemaslahatan orang banyak,” tegas pria yang akrab disapa NR Daeng itu. (*)

Komentar

Berita Terkait