Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Ruas Jalan Alternatif di Walmas Segera Dibenahi, Telah Ditinjau Dinas PUPR Luwu

Dinas PUPR Luwu saat meninjau kondisi jalur alternatif yang rusak parah di Walmas. (Kominfo Luwu)

WALMAS, TEKAPE.co – Jalan alternatif yang rusak parah, akibat penutupan Jembatan Miring sebagai jalur lalu lintas Trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Luwu dan Kota Palopo, telah diassessment.

Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Luwu langsung bergerak cepat melakukan assessment dan langkah penanganan sejumlah ruas jalan yang dijadikan jalur alternatif.

Pemantauan Tim dari Dinas PUPR yang dipimpin langsung oleh Plt Kepala Dinas, Ir. Ikhsan Asaad, ST, MT, didampingi Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan (PJJ), Ir. Usdin Iskandar, ST, Kabid Jasa Konstruksi (JK) Yusuf Kaya, ST dan Kabid Preservasi Jalan (PJ), Rahmat, ST, serta beberapa staf perencanaan tekhnis.

Mereka meninjau sejumlah titik yang mengalami kerusakan jalan di Ruas Rante Damai-Lamasi Pantai Kecamatan Walenrang Timur.

Dalam Peninjauan, Tim menemukan kerusakan Lapisan Permukaan Atas (LPA) jalan yang sudah siap aspal di desa Tabah.

Kerusakan jalan yang cukup parah juga terjadi desa Seba-Seba.

BACA JUGA:
Jalan Alternatif Desa Tabah Luwu Seperti Kubangan Kerbau, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Melihat kondisi tersebut, Plt Kadis PUPR, Ikhsan Asaad memerintahkan Kabid Preservasi Jalan untuk menurunkan alat berat melakukan pembenahan.

Menurut Ikhsan, upaya penanganan sementara yang bisa dilakukan adalah mengembalikan kondisi jalan seperti semula, dengan meratakan dan memadatkan permukaan yang rusak.

“Setidaknya langkah ini bisa memberi kenyamanan kepada pengendara pengguna jalan sambil kita menunggu proses pelaksanaan pengaspalan tahun depan,” ujar Ikhsan.

Selain melihat kondisi jalan, Kadis PUPR bersama Tim juga meninjau lokasi Jembatan Poringan, di dusun Poringan Desa Tabah.

Jembatan berlantai kayu yang di bangun pada tahun 2012 melalui program PNPM Mandiri itu telah ambruk setelah dilalui oleh truk bermuatan berat.

Padahal jembatan dengan bentang 13 meter tersebut hanya mampu dilalui kendaraan dengan beban maksimal 3 ton.

Di lokasi, Kadis PUPR menemui warga yang sedang melakukan pembenahan lantai dan rangka jembatan.

Berdasarkan informasi dari Camat Walenrang Timur, Ibrahim, SE, Jembatan Poringan ini merupakan akses bagi anak sekolah yang menuntut ilmu di kota Palopo, termasuk penyeberangan hand tractor bagi petani.

“Biaya yang digunakan ini adalah hasil swadaya masyarakat pak kadis,” kata Ibrahim.

Sambil menunggu bantuan anggaran dari pemerintah Provinsi, untuk penanganan sementara jembatan Poringan dibangun dengan menggunakan lantai kayu, Plt Kadis PUPR sendiri ikut memberi konstribusi berupa papan untuk lantai jembatan sebanyak 3 kubik. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini