PT Vale Percepat Hilirisasi di Morowali di HUT ke-58: Autoclave HPAL Tiba, Reklamasi hingga Investasi SDM Digenjot
MOROWALI, TEKAPE.co – PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmennya membangun industri pertambangan yang bertanggung jawab dengan mempercepat hilirisasi nikel sekaligus memperkuat program keberlanjutan di Morowali.
Komitmen itu ditegaskan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 perusahaan yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026.
Mengusung tema “Tangguh dan Bertanggung Jawab: Bertumbuh dengan Integritas, Memimpin dengan Tanggung Jawab”, PT Vale tidak hanya menyoroti pencapaian bisnis, tetapi juga memperlihatkan langkah konkret melalui pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, rehabilitasi lingkungan, peningkatan layanan kesehatan, hingga investasi pada pengembangan sumber daya manusia.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, mengatakan usia ke-58 menjadi momentum refleksi bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pertumbuhan produksi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan lingkungan.
“Selama 58 tahun, PT Vale belajar bahwa keberhasilan sejati bukan hanya soal kinerja operasional, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat diciptakan bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang. Karena itu kami akan terus bertumbuh dengan integritas dan memimpin dengan tanggung jawab,” ujar Bernardus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, masyarakat, mitra kerja, kontraktor, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung perjalanan PT Vale, khususnya dalam pengembangan proyek strategis di Morowali.
Salah satu tonggak penting dalam rangkaian HUT tersebut adalah kedatangan autoclave, peralatan utama proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi, pada 22 Juli 2026.
Peralatan ini menjadi bagian vital pembangunan fasilitas pengolahan nikel berkarbon rendah yang termasuk dalam Indonesia Growth Project (IGP) Morowali sekaligus Proyek Strategis Nasional (PSN).
Melalui teknologi HPAL, bijih limonit yang selama ini memiliki nilai ekonomi lebih rendah akan diolah menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik.
Proyek yang dikembangkan bersama GEM Co., Ltd. dan EcoPro tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri kendaraan listrik sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
Selain memperkuat hilirisasi, PT Vale juga menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan.
Pada 24 Juli 2026, perusahaan menanam 300 bibit pohon di bantaran Sungai Bahopenila, Desa Onepute Jaya, sebagai bagian dari rehabilitasi daerah aliran sungai dan upaya mengurangi risiko erosi serta banjir.
Di hari yang sama, PT Vale bekerja sama dengan PMI Kabupaten Morowali dan Puskesmas Bahomotefe menggelar aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan 77 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sementara pada aspek pengembangan sumber daya manusia, PT Vale menutup Service Excellence Improvement Program bagi tenaga kesehatan Puskesmas Bahomotefe setelah berlangsung selama tiga bulan.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Perusahaan juga memberikan pembekalan kepada sekitar 150 siswa SMA Alkhairaat Kolono dan SMK Bungku Timur melalui kelas motivasi yang membahas pengembangan diri, peluang karier, kecerdasan buatan (AI), hingga kemampuan komunikasi.
Tak hanya itu, pada awal rangkaian HUT, PT Vale juga meresmikan Pevalea Dormitory sebagai fasilitas hunian karyawan sekaligus mengumumkan capaian penjualan bijih nikel semester I 2026 yang telah melampaui 2 juta ton.
Bagi PT Vale, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan karyawan, kepedulian terhadap lingkungan, serta investasi pada kualitas manusia sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. (*)





Tinggalkan Balasan