oleh

Protes Jalan Berdebu dan Berlubang, Warga Tanam Pohon Pisang di Jl Trans Sulawesi

LUWU, TEKAPE.co – Warga Desa Lengkong, Kecamatan Bua, Luwu, yang bermukim di sekitaran jalan Poros Trans Sulawesi, menanam pohon pisang di lubang-lubang yang ada di pinggir jalan Trans Sulawesi, Kabupaten Luwu.

Warga melakukan itu sebagai bentuk protes, karena jalan yang sudah dikeruk sudah hampir 2 bulan itu namun tak kunjung diperbaiki.

Jalan berlubang tersebut telah membuat seringkali terjadi kecelakaan tunggal, utamanya pengedara motor, karena tak melihat lubang jalanan. Selain itu, jalan yang tiap hari dilalui kendaraan membuat jalanan kerap berdebu.

Salah seorang warga Lengkong, Bobi, Kamis, 25 Juni 2020, mengatakan, kerusakan jalan sangat meresahkan masyarakat, jalan yang sudah dikeruk, tapi tak kunjung diperbaiki ini berdebu, sehingga membuat warga di pinggir jalan resah.

“Debu dari jalan ini sudah sampai ke dalam rumah, bahkan dapur. Akibat jalan rusak ini sering terjadi kecelakaan akibat dari lubang tersebut,” ujarnya.

Bobi mengatakan, sampai saat ini warga sekitar belum mengetahui sampai kapan jalan ini akan diperbaiki. Warga sekitar tiap hari menyiram jalan agar tidak berdebu.

“Tidak informasi kapan jalan ini diperbaiki, kemarin-kemarin tiap hari warga disini siram jalan ini agar tidak berdebu. Cuma sekali dari pihak penanggungjawan jalan ini lakukan penyiraman sampai saat ini tidak ada lagi,” katanya.

Warga lainnya, Amriady, mengatakan, warga menanam pohon pisang sebagai bentuk keresahan warga dengan kondisi jalanan yang tak kunjung perbaiki.

“Masyarakat resah dengan debu yang bisa mengakibatkan sesak nafas dan tidak kalah dengan virus corona. Hari ini warga melakukan aksi penanaman pohon pisang di tepi jalan guna mendapatkan perhatian dari pemerintah,” jelasnya. (ham)



RajaBackLink.com

Komentar